Sidak Harga Cabai, Bupati Lamongan Minta Rantai Distribusi Ditata

 Bupati Fadeli bersama Wabup Kartika Hidayati sidak di Pasar Sidoharjo, Kecamatan Lamongan. (GN/Hamim)


Bupati Fadeli bersama Wabup Kartika Hidayati sidak di Pasar Sidoharjo, Kecamatan Lamongan. (GN/Hamim)

SURABAYA (global-news.co.id) – Harga komoditi cabai di Lamongan cenderung menunjukkan tren penurunan. Sempat naik menjadi Rp 94.500 perkilogram, bahan kembali turun menjadi Rp 80 ribu perkilogram.

Saat sidak di Pasar Sidoharjo, Kecamatan Lamongan, Bupati Fadeli bersama Wabup Kartika Hidayati dan Sekkab Yuhronur Efendi berdialog dengan beberapa pedagang cabai. Para pedagang mengakui harga cabai sudah turun dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

Salah satu pedagang, Supandi, mengungkapkan kepada Fadeli harga cabai saat ini sudah turun menjadi Rp 80 ribu perkilogram.

Namun Fadeli juga mendapati ternyata beberapa pedagang mengambil pasokan cabai dari luar daerah. Padahal di Lamongan saat ini sedang panen cabai.

Terkait itu, dia meminta Direktur Perusahaan Daerah (PD) Pasar Lamongan Djoko Purwanto untuk menata rantai distribusi agar cabai hasil panen petani Lamongan dijual di wilayah Lamongan. Dengan begitu, fluktuasi harga bisa lebih dikontrol.

“Lamongan ini sebenarnya juga melimpah dengan hasil panen cabai. Kemarin Saya sudah melihat langsung petani kita sedang panen cabai di wilayah Solokuro. Jika kita bisa menjaga rantai distribusi cabai ini tetap di wilayah Lamongan, tentu fluktuasi harga tidak akan terjadi,“ kata Fadeli.

Sementara dari Data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Lamongan menyebutkan tahun ini luas panen cabai mencapai 3.555 hektar dengan produksi sementara sebesar 37.240 kwintal. Sedangkan luas panen cabai di 2015 tercatat 3.550 hektar dengan produksi mencapai 43.699 kwintal.(mim)