Perbaikan Jalan Nasional Rusak Gresik-Tuban Akhir Tahun 2017

Kondisi jalan nasional di wilayah utara Jawa terutama Gresik hingga Tuban kondisinya memprihatinkan.

Kondisi jalan nasional di wilayah utara Jawa terutama Gresik hingga Tuban kondisinya memprihatinkan.

SURABAYA (global-news.co.id)-Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) V akan melakukan perbaikan ruas jalan dari Kalianak-Gresik sampai Tuban mulai tahun 2017. Namun hal tersebut tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat karena masih menunggu proses tender.

“Sekarang proses tender sudah dimulai. Mudah mudahan akhir Januari 2017 selesai dan bisa segera dikwrjakan,” kata kepala BPJN V, I Ketut Darmawahana. Total anggaran yang digelontorkan dari pemerintah pusat mencapai  Rp 40 miliar, Kamis (5/1/2017).

Diakuinya, aktivitas pembangunan pelabuhan Teluk Lamong dan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIPPE) memang membebani ruas jalan Surabaya-Gresik. Dengan padatnya lalu lintas dan beban muatan yang berat, seharusnya jalam itu sudah diaspal beton. “Kalau aspal fleksibel sudah tidak ideal. Tapi mau gimana lagi dananya kan tidak ada,” paparnya.

Menurutnya, kerusakan yang terjadi di jalan raya Desa Betoyo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik disebabkan beberapa hal, di antaranya aktivitas pembangunan pelabuhan Teluk Lamong dan Java Integrated Industrial and Ports Estate ( JIPPE).

“Jadi tidak dapat dipungkiri kerusakan jalan terjadi karena lalu lalang truk yang membawa beban berat untuk proyek Teluk Lamong dan JIPPE,” ujarnya.

Dia menjelaskan, akibat pembangunan proyek tersebut, jalan nasional itu tidak kuat menahan truk yang membawa muatan melebihi kapasitas, sehingga jalan menjadi hancur dan berlubang.

“Beban jalan kan maksimal hanya 10 ton. Bisa dibayangkan kalau setiap hari dilewati truk yang membawa material sampai 20 ditambah drainase yang tidak berfungsi. Sehingga kalau banjir selalu tergenang karena tambak yang ada disekitarnya sudah diuruk,” tambahnya.

Menurut data BPJN V, jalan nasional Gresik-Sadang-Tuban rusak berat sepanjang 10 kilometer.  Kondisi aspal di jalan tersebut mengelupas dan menimbulkan puluhan lubang yang cukup menganggu pengguna jalan. Bahkan, karena hujan, lubang lubang tersebut tergenang dan membahayakan. “Kalau faktor lainnya karena belum selesainya pemasangan  pipa sepanjang 7 km, sekarang baru 2 km saja,” tambahnya.

Sekadar diketahui, panjang total nasional di Jawa Timur mencapai 2361 km. Pada tahun 2017, pemerintah pusat menganggarkan alokasi pemeliharaan sebesar Rp 1,3 triliun. (zal)