Penyerahan Bansos di Takengon, Mensos Disambut Kesenian Rakyat Gayo


PENGHORMATAN: Kedatangan Mensos Khofifah IP di Takengon, Aceh Tengah, disambut kesenian rakyat Gayo, Tari Munalo dan Didong.

TAKENGON (global-news.co.id) – Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa tiba di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (14/1) pagi, untuk menyerahkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH). Kedatangan Mensos disambut kesenian rakyat Gayo, Tari Munalo dan Didong.

Tari Munalo merupakan tarian khas Gayo khusus untuk menyambut tamu kehormatan yang datang ke dataran tinggi Gayo, sedangkan Didong adalah perpaduan antara tari, vokal dan sastra. Kesenian ini pada mulanya menjadi sarana penyebaran agama Islam melalui syair.

Dalam penyambutan tersebut para pemangku adat Gayo menyematkan Upuh Ulen-ulen, kain khas Kerawang Gayo di pundak Mensos.

“Terima kasih atas sambutan yang hangat dan keramahan warga dataran tinggi Gayo. Ada kopi yang paling enak sedunia, ada danau yang sangat indah. Aceh Tengah sungguh luar biasa,” kata Mensos.

Dihadapan para penerima PKH, Mensos mengatakan pencairan PKH pada bulan ini merupakan pencairan bansos yang keempat tahun anggaran 2016. Mensos berharap bantuan ini dapat meringankan beban para ibu-ibu penerima PKH, bermanfaat untuk biaya sekolah dan pemenuhan gizi anak-anak.

“Mudah-mudahan bantuan pemerintah ini menjadi berkah untuk ibu dan keluarga,” ujarnya.

Selain memberikan bansos PKH untuk pencairan keempat pada 2016, kedatangan Mensos di Aceh Tengah juga memberikan bantuan kepada anak-anak berprestasi, menyerahkan secara simbolis bantuan Beras Sejahtera (Rastra), serta mengunjungi anak-anak Panti Asuhan Budi Luhur, Takengon.

 Mensos Khofifah IP mengecek timbangan untuk bantuan rastra.


Mensos Khofifah IP mengecek timbangan untuk bantuan rastra.

Sementara Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos, Harry Hikmat mengungkapkan Provinsi Aceh mulai melaksanakan PKH pada 2008 di tiga Kabupaten yaitu Kabupaten Pidie, Kabupaten Aceh Jaya dan Kota Lhokseumawe sedangkan Kabupaten Aceh Tengah melaksanakan PKH Tahun 2013 dengan jumlah keluarga penerima manfaat sebanyak 3.028 keluarga.

Sejak 2013 jumlah keluarga penerima manfaat di Kabupaten Aceh Tengah terus dilakukan perluasan cakupan kepesertaan. Hingga 2016 jumlah penerima PKH di Aceh Tengah sebanyak 3.315 keluarga. Jumlah tersebut mengalami pengembangan 3.012 keluarga sehingga total penerima bansos PKH 6.363 keluarga.

“Program Keluarga Harapan bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas pelayanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Program ini juga mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin dalam jangka pendek serta memutus rantai kemiskinan dan kesenjangan dalam jangka panjang,” jelasnya.

Sedangkan Plt. Bupati Aceh Tengah Alhudri mengatakan jumlah penerima PKH di wilayahnya sebanyak 6.363 keluarga penerima manfaat dengan nilai bansos Rp 7.924.018.314. Rastra untuk 13.614 keluarga penerima manfaat dengan total bantuan mencapai Rp 17.803.027.800.(rdl)