Pasca Kebakaran, Kegiatan Belajar Mengajar di SMKN 1 Sambeng Tak Terganggu

Rencana pelaksanaan UNBK di SMK Negeri 1 Sambeng tidak terpengaruh pasca kebakaran.

Rencana pelaksanaan UNBK di SMK Negeri 1 Sambeng tidak terpengaruh pasca kebakaran.

LAMONGAN (global-news.co.id) – Meski seluruh isi ruang praktikum Teknik Komputer Jaringan (TKJ) SMK Negeri 1 Sambeng, Lamongan, terbakar akibat korsleting arus pendek listrik, Minggu (15/1) lalu, hal itu tidak berpengaruh terhadap kegiatan belajar mengajar para siswa.

“Yang terbakar hanya ruang praktikum dan server beserta komputer bekas untuk keperluan praktik siswa. Jadi kegiatan belajar mengajar masih berjalan seperti biasa,” terang Suwito, kepala SMK Negeri 1 Sambeng kepada awak media di ruang kerjanya, Selasa (17/1).

Selain itu, kata Suwito, rencana pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Negeri 1 Sambeng juga tidak terpengaruh, pasalnya pelaksanaan UNBK bukan di ruang yang terbakar. Namun, menggunakan ruangan khusus di Laboratorium Tehnik Informatika dan Komunikasi (TIK).

Terkait kegiatan praktikum siswa nantinya, Suwito mengatakan, kegiatan praktikum siswa akan dipindahkan ke gedung yang baru dan pihak sekolah masih berusaha untuk mencarikan solusi dengan meminjam perangkat praktikum TKJ milik para pengajar yang sudah tidak terpakai.

“Untuk keperluan praktikum siswa TKJ, sambil menunggu pengajuan pihak sekolah akan meminta kerelaan teman-teman pengajar yang memiliki komputer dan tidak terpakai untuk dipinjamkan buat praktik,” tuturnya.

Sementara saat ini pihak sekolah masih melakukan inventarisasi kerugaian material akibat peristiwa terbakarnya ruang server dan ruang praktikum Tehnik Komputer Jaringan (TKJ) SMK Negeri 1 Sambeng.

“Sekarang ini sedang membuat laporan, berapa kerugian dan apa aja yang menjadi kendala kita laporkan semua ke dinas pendidikan provinsi, karena sekolah SMA/SMK kan sekarang naungannya berada di bawah Dinas Pendidikan Provinsi,” jelas Suwito.

Peristiwa kebakaran yang mengakibatkan ruang praktikum TKJ beserta seluruh isinya puluhan komputer tersebut diduga disebabkan adanya konsleting arus pendek listrik yang ada di ruang server SMK Negeri 1 Sambeng, Lamongan.

“Kondisi ruangan masih di pasang police line oleh pihak polsek untuk penyidikan,” pungkasnya.(mim)