Omset Jualan Batu Akik di Tuban Masih Menggiurkan

Meski tak lagi jadi trend, Didik Irawan masih bertahan berjualan batu akik. (GN/HUDA)

Meski tak lagi jadi trend, Didik Irawan masih bertahan berjualan batu akik. (GN/HUDA)

TUBAN (global-news.co.id) – Sempat jadi tren nasional, kini gaung batu akik jarang terdengar di Bumi Wali Kabupaten Tuban. Namun hal itu tampaknya tidak menjadi kendala bagi Didik Irawan, warga kelurahan Sendangharjo Kecamatan Tuban kota untuk terus menjajakan dagangan ratusan batu akiknya, Selasa (24/1).

Didik merupakan satu-satunya pedagang yang masih bertahan dan menekuni jualan batu akik dalam dua tahun terakhir ini. Meskipun, banyak pedagang yang sudah gulung tikar seiring batu akik sudah tidak menjadi booming lagi.

“Saya masih bertahan dengan jualan batu akik dan batu permata, karena omsetnya masih menjanjikan. Sebab sudah tidak ada pesaing lagi,” ucap pria kelahiran 37 tahun silam itu.

Dia mengatakan, dalam satu bulan masih bisa meraih penghasilan antara 2 juta hingga 5 juta rupiah dari hasil menjajakan jualannya yang berada di kawasan pinggir Jalan Basuki Rahmad bagian timur ini.

“Harganya variatif, mulai dari 100 ribu hingga 1 jutaan, tergantung selera pembeli jenis batu akik atau batu permata,” tutur pria berblangkon itu.

Dia mengaku, masih bertahan dengan menjual batu akik lantaran koleksi batu akik merupakan hobi sejak masih duduk di bangku sekolah. Dulunya ia hanya berjualan akik antara 1-5 orang pelanggan, kemudian kembangkan dengan membuka lapak di pinggir jalan.

Untuk mendapatkan batu akik dagangannya, dirinya mengaku harus berburu hingga keluar kota, antara lain Pacitan, Banyuwangi hingga Purbalingga, Jawa Tengah.

“Market peminat batu akik masih tinggi, kolektor batu akik juga masih banyak, jadi eman-eman kalau mereka harus cari keluar kota, padahal di Tuban saya juga masih banyak kenalan dan teman yang masih setia jadi pelanggan,” pungkas pria satu anak ini.(hud)