Menag Pastikan Dua WNI di Jeddah Dapat Pendampingan

Menag Lukman Hakim Syaifuddin dan pejabat lain saat berkunjung ke Pondok Pesantren Al Ishlah, Lamongan, Kamis (19/1). (GN/Hamim)

Menag Lukman Hakim Syaifuddin dan pejabat lain saat berkunjung ke Pondok Pesantren Al Ishlah, Lamongan, Kamis (19/1). (GN/Hamim)

LAMONGAN (global-news.co.id) – Menteri Agama RI, Lukman Hakim Syaifuddin memastikan dua WNI Asal Jawa Timur yang ditahan pihak aparat keamanan Arab Saudi di Jeddah mendapatkan pendampingan dan pembelaan dari pihak perwakilan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).

Hal itu disampaikan Menag dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Al Ishlah, Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran, Lamongan, Jawa Timur, Kamis (19/1).

“Sekarang ini sedang ditangani oleh Konsulat Jenderal RI di Jeddah untuk dilakukan pendampingan,” kata Lukman kepada awak media usai meresmikan dan membuka kampus Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran dan Sains Al Ishlah (STIQSI).

Lukman berharap kedua WNI yang ditahan oleh pihak otoritas Arab Saudi bisa secepatnya kembali pulang ke tanah air. “Tapi kita juga akan lihat kasusnya seperti apa. Yang jelas KJRI kita tetap melakukan pembelaan terhadap warga negara kita yang mengalami masalah di negara orang,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, dua anggota jamaah yang diketahui bernama Triningsih Kamsir Warsi (50) asal Dusun Pilangsari, Desa Beji, Kecamatan Beji dan Umi Widayani Djaswadi (56), warga Jalan Bendosolo, Desa Pogar, Kecamatan Bangil ditahan di Jeddah, Arab Saudi.

Keduanya diamankan pihak aparat keamanan setempat karena bercanda mengucapkan kata “Bom” saat berada dalam pesawat Royal Brunei Airlines. Pernyataan itu terucap ketika pramugari pesawat bertanya kepada mereka yang hendak membantu menaikkan barang dalam bagasi.

Hingga kini, keduanya masih diperiksa oleh petugas keamanan Arab Saudi dengan mendapatkan perhatian dari Konsulat Jenderal RI setempat.(mim)