Marak Hoax, Media Terverifikasi di Dewan Pers Akan Di-Barcode

GLOBAL NEWS DIVERIFIKASI DEWAN PERS

JAKARTA (global-news.co.id)-Maraknya pemberitaan bohong yang sudah sangat merugikan dan mencemaskan, Dewan Pers akan melengkapi media-media yang sudah terverifikasi di lembaga tersebut dengan barcode khusus. Tanda barcode khusus tersebut sebagai tanda bagi pembaca kalau media tersebut resmi dan sudah terverifikasi.

Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengatakan, kebijakan ini mulai diberlakukan mulai 9 Februari 2017, bertepatan dengan Hari Pers Nasional.

“Bertahap,” ujar Yosep Adi Prasetyo, kepada wartawan di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (12/1/2017).

Lebih lanjut dijelaskan, pada tahap  pertama, Dewan Pers akan memberikan barcode khusus tersebut pada sekitar 18 grup media besar yang menandatangani komitmen Piagam Palembang pada 2012 lalu.

Bagi konsumen media yang ingin mengetahui status sebuah media, khususnya dalam hal ini media cetak dalam jaringan, barcode tersebut dapat dipindai dengan ponsel pintar. Dari scan barcode tersebut nantinya memberi informasi mengenai media tersebut. Info yang muncul antara lain alamat dan nomor kontak. Termasuk koran Global News merupakan salah satu media yang sudah terverifikasi di Dewan Pers.

Namun demikian, kode tersebut sangat mungkin dipalsukan oleh media yang belum terverifikasi, namun begitu dipindai, tidak ada informasi yang muncul. Sementara itu, untuk platform radio dan televisi, Dewan Pers akan memberikan jingle yang diputar sebelum dan sesudah siaran berita.

Dengan memberikan kode bahwa media tersebut terverifikasi,masyarakat akan dapat memilih untuk mengonsumsi informasi dari media yang terpercaya atau tidak.  Barcode itu juga akan memudahkan masyarakat membedakan media arus utama dengan media palsu yang kerap menyebarkan hoax.

Untuk media yang belum terverifikasi, seperti yang baru merintis, Dewan Pers mendorong mereka untuk memenuhi persyaratan, antara lain berbadan hukum. (tmp/faz)