KKN Ubhara Surabaya 2017, Bekal Mahasiswa Aplikasikan Disiplin Ilmu

GN/Aziz Rektor Ubhara Surabaya Brigjen Pol (purn) Edy Prawoto SH MHum saat memberikan pengarahan di pendopo Desa Kalikatir, Kecamatan Gondang, Kab. Mojokerto, Sabtu (14/1/2017).

GN/Aziz
Rektor Ubhara Surabaya Brigjen Pol (purn) Edy Prawoto SH MHum saat memberikan pengarahan di pendopo Desa Kalikatir, Kecamatan Gondang, Kab. Mojokerto, Sabtu (14/1/2017).

MOJOKERTO (global-news.co.id)-Sebanyak 895 mahasiswa peserta kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya diterjunkan di tiga desa yang ada di pelosok Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Mereka secara bergiliran belajar bersosialisasi dengan masyarakat sebagai realisasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dari sejak 9 Januari hingga 27 Januari mendatang.

Dalam sambutan yang disampaikan dalam pelepasan mahasiswa KKN di pendopo Kecamatan Gondang, Rektor Ubhara Surabaya Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Edy Prawoto, SH, M.Hum mengungkapkan, program KKN mempunyai nilai yang strategis dengan tujuan memberikan pendidikan kepada masyarakat, sekaligus memberikan bekal pengalaman bagi para mahasiswa dalam mengaplikasikan disiplin ilmunya di tengah masyarakat.

Tak hanya itu, melalui KKN juga dapat meningkatkan kedewasaan berpikir bagi para mahasiswa melalui interaksi dan sosialisasi secara langsung dengan kehidupan masyarakat, sehingga mahasiswa dapat beradaptasi dengan lingkungan dan kehidupan nyata.

“Saya berharap ada ‘hal-hal baru’ yang dibawa oleh mahasiswa ke dalam lingkungan masyarakat di Gondang sehingga berbagai inovasi dapat dikembangkan dalam upaya peningkatan taraf kehidupan masyarakat,” ujar rektor.

Sehingga, menurut rektor, pada akhir pelaksanaan kegiatan KKN nanti, ada peningkatan kesadaran diri terhadap realitas kehidupan bermasyarakat, peningkatan tanggung jawab pribadi dan terhadap berbagai permasalahan, dan peningkatan kesadaran  terhadap peran sosial dan perannya selaku akademisi yang akan hidup berdampingan di tengah-tengah lingkungan masyarakat, benar-benar dapat diwujudkan.

Amanah rektor tersebut sepertinya benar-benar diejawantahkan oleh para mahasiswa peserta KKN. Mereka benar-benar berusaha menyatu dengan kehidupan masyarakat tiga desa, yakni Desa Kalikatir, Desa Begaganlimo, dan Desa Dilem Kecamatan Gondang. Terbukti, Kepala Dusun Begagan, Desa Begagan Limo, Samidi mengaku sangat senang dengan kehadiran para mahasiswa yang ber-KKN. “Sejak ada KKN, desa kami jadi bersih, anak anak juga ada yang membimbing belajar,” ujar Samidi.

Kepala Desa Begaganlimo H Darto Utomo juga mengungkap hal serupa. “Kalau bisa jangan sekali saja, ada kelanjutannya di masa mendatang,” kata pria akrab disapa Abah Darto.

Sekadar diketahui, tiga desa yang dijadikan lokasi KKN saat ini merupakan salah satu desa cukup terpencil dan ‘terisolir’ di wilayah Kabupaten Mojokerto. Paling tidak itu terlihat dari tak adanya sinyal alat komunikasi karena terbatasnya menara pemancar.

Dalam beberapa pertemuan dengan para mahasiswa di lokasi, rektor yang melakukan kunjungan lapangan pun, Sabtu (14/1/2017), berpesan pada mahasiswa agar bisa segera beradaptasi dan membantu persoalan masyarakat. Termasuk mengembangkan potensi wisata yang dimiliki salah satu Desa Begaganlimo. Di wilayah desa pinggiran hutan ini, terdapat tempat wisata buatan warga diberi nama Lembah Harapan. Selain itu juga terdapat wana wisata yang populer di kalangan warga disebut Akar Seribu. Selain itu, di desa tersebut diyakini juga terdapat petilasan Patih Majapahit Gajah Mada.

Namun potensi wisata ini belum tergarap. Padahal, selain memiliki potensi wisata alam wilayah tersebut juga memiliki potensi wisata kuliner mulai dari berbagai macam olahan pisang seperti keripik dan buah durian.  (f. al aziz/*)