Dua Saksi Tak Hadiri Sidang PT PWU

Dahlan Iskan mendengarkan saksi dari JPU dalam perkara penjualan aset PT Panca Wira Usaha di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Dahlan Iskan mendengarkan saksi dari JPU dalam perkara penjualan aset PT Panca Wira Usaha di Pengadilan Tipikor Surabaya.

SURABAYA  (global-news.co.id) – Dua saksi tidak hadir dalam persidangan dengan terdakwa Dahlan Iskan. Salah satunya adalah saksi kunci yang sebelumnya juga mangkir dalam persidangan perkara dugaan korupsi penjualan aset PT Panca Wira Usaha (PWU), Sam Santoso.

Ini adalah kali ketiga Sam Santoso tidak hadir dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya, Jumat ( 20/1).

Sam Santoso menjabat sebagai direktur PT Sempulur Adi, perusahaan yang membeli aset PT PWU di Kediri dan Tulungagung. “Ada surat dari pengacaranya bahwa yang bersangkutan masih sakit,” kata jaksa Trimo kepada majelis hakim.

PT Sempulur adalah perusahaan yang membeli aset PT PWU di Kediri (bekas perusahaan minyak) dan Tulungagung (bekas perusahaan keramik) pada 2003. Nilainya masing-masing Rp 17 miliar dan Rp 8,27 miliar. Saat itu, Dahlan menjabat Direktur Utama PT PWU.

Selain itu, jaksa penuntut umum menghadirkan lima saksi lain. Mereka adalah Supraptiwi, kasir PT PWU; Suhardi, Direktur Keuangan PT PWU; Suspri Handayani, karyawati PT PW; Sugeng Ginarjo (swasta); dan Sofyan. Saksi terakhir sampai sidang dimulai belum hadir.

Berdasarkan kesaksian Direktur Utama PT Sempulur Oepojo Sardjono, negosiasi dan transaksi jual-beli aset PT PWU dilakukan oleh Sam dengan ketua tim penjualan aset PT PWU, Wisnu Wardhan. Proses negosiasi dan transaksi juga dilakukan Sam sebelum PT Sempulur dibentuk.

Dalam sidang sebelumnya, juga terungkap bahwa pembayaran pembelian aset PT PWU dilakukan sebelum pembukaan lelang dimulai. Selain itu, proses penjualan perusahaan badan usaha milik daerah Provinsi Jawa Timur itu hanya dilakukan Wisnu, tanpa melibatkan tim panitia penjualan aset.(zal)