Banjir Pasuruan, Pemprov Jatim Fokus Perbaiki Sungai


TINJAU LOKASI BANJIR: Wagub Jatim, Saifullah Yusuf meninjau jalan rusak akibat terjangan banjir di Kabupaten Pasuruan.

PASURUAN (global-news.co.id) – Pemprov Jatim akan fokus memperbaiki plengsengan dan mengeruk Sungai Surak. Langkah ini diharapkan bisa menyelesaikan masalah banjir di Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.

”Kalau provinsi memang fokus pada plengsengan dan pengerukan sungai agar banjir tidak terjadi lagi,” tutur Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat meninjau lokasi banjir, pada Jumat (5/1/).

Menurutnya, banjir bandang yang menyapu wilayah Purwosari kemungkinan disebabkan alih fungsi hutan di kawasan pegunungan Arjuno. Ketika hujan deras, air langsung mengalir ke Sungai Surak dan meluber memenuhi jalan serta menerjang rumah warga.

”Mungkin kita harus membuat resapan air agar banjir bandang tidak terjadi lagi,” tambahnya.

Meski demikian, Gus Ipul meminta untuk menyelidiki kepastian penyebab banjir bandang yang terjadi akibat luapan sungai Surak hingga menggenangi rumah di Kabupaten Pasuruan. “Pemkab Pasuruan dan pihak terkait harus mencari tahu kepastian penyebab banjir ini agar tak terulang kembali,” pintanya.

Dia juga mengaku heran karena baru kali ini luapan Sungai Surak meluber ke jalan hingga menerjang rumah-rumah warga, bahkan merusak jalan desa. “Ada tren yang memang aneh karena biasanya tidak terjadi seperti ini, tapi sekarang terjadi,” ucapnya.

Sementara itu dari data yang dihimpun, banjir bandang di Desa Kertosari menyebabkan 10 rumah warga rusak. Dari pantauan, banjir juga merusak jalan desa dan menyebabkan puluhan warga harus mengungsi.

Sekadar diketahui, jalur ke Malang yang dari arah Purwosari-Pasuruan lumpuh gara-gara diterjang banjir bercampur lumpur uyang menyapu jalan raya.

Luapan air berlumpur itu berasal dari Sungai Juri yang berada di sisi Jalan Raya Purwodadi-Purwosari atau tepatnya di Desa Capang dan Desa Tejowangi mulai Pukul 16.30 WIB. BPBD Jatim mencatat intensitas hujan 127 mm/jam, sementara normalnya 30 mm/jam.• zal