Awal 2017, 1.650 Penderita Gangguan Jiwa Masih Dipasung

 Ilustrasi: Korban pemasungan (Foto: Ist)


Ilustrasi: Korban pemasungan (Foto: Ist)

SURABAYA (global-news.co.id) – Target bebas pasung di Jawa Timur pada 2017 dipastikan molor. Dari data yang dimiliki Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur, di awal tahun ini jumlah penderita gangguan jiwa di Jatim yang masih dipasung mencapai 1.650 orang, meski angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan 2016 sebanyak 2.025 penderita.

“Sisa penderita yang pasung di Jatim pada awal 2017 kira-kira sekitar 1.650 orang. Dari jumlah sebelumnya 2.025 orang yang baru bisa dilepas 400 orang,” terang Direktur RSJ Menur, Adi Wirachjanto.

Bagaimana dengan program zero pasung? “Kemungkinan baru bisa kita selesaikan tahun 2019,” tandasnya.

Menurutnya, untuk mewujudkan zero pasung pada awal 2019, pihaknya harus melepaskan penderita yang dipasung minimal 100 orang. Tetapi, karena banyaknya kendala, diprediksi hal itu tidak mudah sehingga baru bisa selesai pada 2019.

“Kalau rata-rata kita bisa melepas 100 orang per bulan harapannya 16,5 bulan bisa kita lepas semua atau pertengahan 2018 baru bisa dilepas. Ini untuk menjaga kemungkinan beberapa kendala dalam pelepasan pasung,  sehingga diperkirakan baru awal 2019 dapat mencapai zero pasung,” tambahnya.

Dijelaskan Adi, mereka yang dipasung keluarganya rata-rata menderita gangguan jiwa berat, sehingga dibutuhkan perawatan lanjutan agar tidak kambuh dan dipasung kembali usai dibebaskan.

“Penderita gangguan jiwa yang dipasung hampir semuanya gangguan jiwa berat (schizophrenia). Sehingga jika akan dilepas dia membutuhkan perawatan dulu di RSJ. Kalau tidak, hampir bisa dipastikan akan kambuh kembali dan akibatnya dipasung kembali,” tegasnya.

Tujuan dari program bebas pasung itu, kata Adi, adalah mengembalikan penderita yang sudah sembuh ke keluarga mereka agar diperlakukann secara manusiawi dan tidak dipasung lagi.(zal)