Hanya Makan Buah Setiap Hari, Sehatkah?

belinda-white-fruit-diet-727163Buah merupakan alat untuk detoksifikasi dan penyedia gula alami. Bila dimakan dengan cara yang benar, maka buah akan sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. Makan 3 porsi buah setiap hari bisa membersihkan tubuh dari racun dan membantu sistem pencernaan. Namun, sehatkah jika sehari-hari kita cuma mengonsumsi buah-buahan saja?

Buah-buahan memang kelompok pangan sehat karena kandungan serat, mineral, dan vitaminnya. Banyak sekali manfaat yang diperoleh dengan mengonsumsi buah secara teratur. Yang juga tak kalah penting adalah zat warna buah (phytochemicals) yang berfungsi sebagai antioksidan.

Dengan kelebihan itulah, beberapa orang percaya bahwa menjadi Fruitarian, alias orang yang hanya makan buah-buahan, merupakan cara untuk menjadi sehat. Inna Wakeham, salah satu fruitarian, sudah setahun terakhir ini hanya mengonsumsi buah, baik dalam bentuk dimakan langsung atau dijus. Ia bahkan tidak minum air putih karena khawatir air tersebut tercemar. “Menjadi fruitarian telah mengubah hidup saya. Saya merasa lebih muda dan cantik. Berat badan berhasil turun dan mood juga lebih baik,” kata wanita berusia 50 tahun dari Inggris ini.

Lain lagi dengan Belinda White (46) yang sehari-harinya berprofesi sebagai guru yoga. Wanita yang tampak berusia 20-an tahun ini membeberkan rahasianya, yaitu makan 20 buah setiap harinya.

Melania Trump (46) yang sebentar lagi akan menjadi Ibu Negara AS ini juga tak pernah absen makan buah. Meski bukan termasuk fruitarian, tapi ia rutin makan 7 buah setiap hari untuk menjaga berat badannya.

Berbeda dengan Star Khechara. Fruitarian yang kini berusia 40 tahun ini  dalam seminggu bisa makan 70 buah jeruk, 60 buah pisang, dan 70 buah pir. Selain puluhan buah, wanita yang awalnya jadi vegan (hanya makan sayur dan buah) ini cuma mengonsumsi biji-bijian dan kacang-kacangan. Berawal dari menjadi vegan, perempuan usia 35 tahun itu kini menjadi fruitarian alias hanya makan buah-buahan setiap hari yang jumlahnya puluhan.

Sejak berusia 17 tahun yang lalu, Star Khechara (40) sudah menjadi seorang vegan, yaitu orang yang hanya mau makan sayur dan buah. Namun sejak setahun yang lalu, Khechara memutuskan untuk menjadi fruitarian, yang hanya makan buah, biji-bijian dan kacang-kacangan.

“Tidak seperti vegetarian, kaum vegan tidak makan produk hewani apapun, termasuk susu atau telur. Namun, saya selalu memuja buah sebagai makanan terbaik dari semua yang ada. Anda tidak menemukan banyak orang yang hidup hanya dengan makan buah. Namun berabad-abad lalu, dokter Yunani sangat mengagumi manfaat buah dan sering diresepkannya untuk atlet. Ada juga bukti kaum Viking makan banyak buah,” jelasnya.

Menurut Khechara, dietnya hampir 100% buah, dengan beberapa tambahan biji-bijian dan kacang-kacangan untuk tambahan gizi seimbang. “Saat makan malam saya makan sedikit salad hijau, seperti bayam, selada domba dan seledri. Dan jika saya lapar saat siang hari, saya ngemil anggur dan apel. Saya juga makan satu kacang Brazil per hari yang mengandung mineral penting, seperti selenium,” ujarnya.

Khechara tak minum kopi atau teh, tetapi ia hanya minum 3 liter air putih dan selingi air kelapa. Kadang-kadang ia minum alkohol yang terbuat dari anggur organil rose. Meski hanya makan buah, Khechara mengaku tetap kenyang. Dengan tinggi 167,6 cm, tubuhnya tampak ideal dengan berat badan 69 kg.

Para penganut pola makan fruitarian ini beranggapan, pola makan tersebut merupakan cara hidup nenek moyang manusia yang menyehatkan.

Walau demikian, para ahli mengatakan, mengasup buah saja tidaklah menyehatkan. Apalagi, buah-buahan biasanya mengandung gula tinggi. Tidak mengonsumsi sumber protein juga dianggap dapat memicu gangguan penyakit.

“Saya tidak merekomendasikannya. Pola makan ini bisa menyebabkan kurang gizi dan kelebihan serat bisa menyebabkan sakit perut. Mengganti air putih dengan jus buah juga berbahaya karena kandungan gula dalam jus sangat tinggi,” kata Anna Daniels, ahli gizi.

Daniels menjelaskan, penganut fruitarian bisa kekurangan nutrisi dan vitamin yang sangat penting untuk kesehatan kulit. “Juga kekurangan protein, kalsium, dan asam lemak, yang dibutuhkan untuk memperbaiki sel-sel dan tulang,” tambahnya.

Kelebihan konsumsi buah juga berdampak pada gigi. Buah-buahan mengandung gula tinggi, meski alami tapi gula tetaplah gula yang dapat merusak gigi.

Konsumsi gula yang berlebihan juga bisa meningkatkan risiko kanker dan mengganggu produksi kolagen sehingga membuat kulit cepat kendur. “Buah sangat mengandung gula, dan gula mempercepat penuaan. Penganut fruitarian sebenarnya mendapatkan manfaat bukan dari apa yang mereka makan, tapi jenis makanan yang mereka hindari,” kata Dr.Zoe Harcombe, ahli nutrisi.

Fruitarian memang tidak mengonsumsi tepung, alkohol, serta makanan yang diproses. Namun, mereka kekurangan lemak yang baik dan protein.ret,ins