Begini Reaksi Tubuh bila Alergi Buah

 

starMeski dianggap menyehatkan, ada orang-orang tertentu yang tidak bisa mengonsumsi buah-buahan tertentu. Ini biasanya dialami mereka yang mengalami alergi buah.

Seseorang mengalami alergi buah disebabkan tubuhnya yang memproduksi imunoglobulin E atau IgE antibodi untuk makanan tertentu. Ini merupakan reaksi sistem kekebalan tubuh yang terjadi setelah mengonsumsinya.

Jejak buah dapat memicu tanda dan gejala reaksi, seperti masalah pencernaan, gatal-gatal, bengkak saluran udara, dan kasus terberat anafilaksis. Pengobatan untuk sebagian besar alergi buah dengan menghindari mengonsumsinya serta pengobatan antihistamin.

Alergi buah memengaruhi sekitar enam sampai delapan persen anak-anak di bawah usia tiga, dan orang dewasa sekitar tiga sampai empat persen. Berikut ini beberapa buah yang bisa membuat orang alergi, dilansir laman Livestrong, Jumat (25/11).

-Stroberi

Gejala reaksi terhadap buah merah ini termasuk gejala alergi oral seperti pembengkakan pada mulut, tenggorokan, gusi, lidah, langit-langit dan dalam pipi. Alergen stroberi juga mirip alergen yang ditemukan di serbuk sari tanaman.

Memasak stroberi tidak mengurangi atau menghapus alergen, sehingga dianjurkan untuk menghindari buah stroberi baik mentah maupun dimasak.

-Kiwi

Seperti stroberi, buah kiwi juga mengandung alergen mirip serbuk sari tanaman. Pada orang dewasa, gejalanya terbilang ringan, tetapi pada anak-anak akan parah.

-Pisang

Alergi pisang sangat tidak umum. Beberapa orang mungkin mengalami intoleransi terhadap protein dalam pisang, dan tidak ada reaksi alergi. Orang yang alergi terhadap pisang juga mungkin alergi pada kiwi dan alpukat, karena kitinase protein hadir di semua buah-buahan tersebut.

-Jeruk

Alergi jeruk biasanya langka dan memiliki gejala ringan seperti borok di mulut, dan munculnya ruam. Orang-orang yang memiliki alergi buah jeruk disarankan untuk menghindari nanas, jeruk, plum, semangka, jeruk nipis, dan lemon. Jus buah pun harus dihindari.

-Tomat

Reaksi alergi terhadap tomat menyebabkan kesemutan pada bibir atau di dalam mulut terlihat merah, serta ruam gatal. Orang yang alergi tomat mungkin juga alergi kentang, paprika, dan terong.

Banyak orang yang alergi tomat tidak bisa mentolerir protein IgE dalam tomat mentah, tapi dapat mengonsumsi yang dimasak.ret,ins

 

 

4.Indonesia Masih Salah Paham Soal Jus Buah

Ternyata masih ada orang Indonesia yang belum bisa membedakan jus buah dengan minuman rasa buah. Jus buah dalam pengertian awam adalah minuman yang dibuat dari buah yang dihaluskan. Namun ternyata masih banyak orang yang belum bisa membedakan jus buah dengan minuman rasa buah.

Arwin Hutasoit, marketing Kalbe Beverages, menyebut, Indonesia belum dilirik sebagai pasar jus lantaran “beda selera”. “Kalau dari negara lain, mereka memandang Indonesia itu belum suka jus, karena produk yang difavoritkan di Indonesia itu sebenarnya hanya minuman rasa buah,” katanya mengisahkan pengalamannya mengikuti pertemuan produsen jus di Singapura.

Padahal Indonesia secara resmi sudah memiliki klasifikasi menurut keputusan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Klasifikasinya terbagi dalam tiga kategori minuman buah di Indonesia, yaitu minuman rasa buah, minuman sari buah dan sari buah.

Ketiga klasifikasi tersebut memiliki kandungan buah asli yang berbeda-beda. Minuman rasa buah hanya memiliki 10% jus buah asli. Sebagian besar minuman ini hanya berisi air dan gula atau pemanis untuk menghilangkan dahaga.

Beda lagi kandungan minuman sari buah. Minuman macam ini berisi sekitar 35%  jus buah. Cairannya sedikit lebih kental dengan adanya serat dibandingkan minuman rasa buah.

Sedangkan sari buah sendiri adalah kategori minuman yang mengandung setidaknya 80% jus buah asli. Minuman ini memiliki kandungan hampir mirip buah asli, termasuk serat.

“Kalau di luar negeri, yang laku itu sari buah, the real juice. Sedangkan di Indonesia, lebih laku yang minuman rasa buah padahal itu bukan jus,” kata Arwin.

Kondisi ini dapat membuat kondisi kekurangan serat yang dialami Indonesia semakin besar. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan 2013, masyarakat Indonesia masih kekurangan konsumsi sayur dan buah hingga 93,5%. Angka ini dinilai tidak berubah dibanding hasil survei pada 2007.

Padahal kekurangan serat dapat berakibat buruk bagi kesehatan. Beragam penyakit yang diderita tubuh akibat kurang serat, mulai dari sulit buang air besar, gangguan pencernaan, hingga obesitas yang kemudian berujung pada stroke, diabetes dan gangguan jantung.

“Harusnya konsumen bisa lebih teliti dan pintar dalam memilih produk. Mungkin karena faktor harga, di sini yang laku yaitu minuman rasa tadi, karena murah,” kata Arwin.

Selain masalah harga, faktor pendidikan diduga juga memberikan kontribusi pada pemahaman masyarakat tentang perbedaan minuman yang berujung pada dampak kesehatan.

Faktor kebiasaan masyarakat Indonesia yang tidak memprioritaskan sayuran dan buah juga mendorong kurangnya minat terhadap serat.

Arwin menegaskan, “Masyarakat harus lebih pintar memilih produk yang masuk ke tubuh, yaitu yang jelas, baik dan punya manfaat kesehatan. Dan minum-minuman yang mengandung banyak buah di dalamnya.”

Dan yang terbaik adalah membuat jus sendiri, karena kita bisa mengontrol jumlah gula yang digunakan. Kalau Anda mau mengamati, saat membeli jus buah, selain menambahkan gula penjual biasanya menambahkan pula susu kental manis. Bisa dibayangkan berapa gula yang masuk ke dalam tubuh, padahal tujuan awal mengonsumsi jus buah tersebut adalah supaya sehat.ret,ins