Kolesterol, Dibutuhkan Sekaligus Dimusuhi

lustrasi

lustrasi

Awas kolesterolnya nanti naik! Pasti Anda kerap mendengar peringatan semacam ini.  Di sebagian masyarakat, kolesterol telah jadi semacam momok, sesuatu yang akan membuat gemuk atau akan mendatangkan penyakit. Opini tersebut semakin terbentuk oleh banyaknya iklan-iklan produk makanan yang memberi iming-iming “bebas kolesterol”.

Walau kerap disebut, masih banyak orang yang  belum paham betul apa itu kolesterol. Yang lekat menempel di benak,  ini adalah zat yang mesti dihindari, apalagi dengan gaya hidup yang tidak sehat.

Kendati  “dimusuhi”, kolesterol  ini besar manfaatnya untuk otak dan hati, serta jaringan saraf yang ada dalam tubuh manusia. Sebagaimana dikatakan Jonathan Isaacsohn MD  penulis di Yale University School of Medicine Heart Book, kolesterol merupakan bahan baku pembuatan hormon-hormon antara lain hormon seksual.

Kolesterol juga membantu hati menghasilkan asam empedu yang penting untuk pencernaan lemak. Selain itu, kolesterol merupakan komponen utama dari membran dan struktur sel yag bermanfaat bagi jaringan tubuh. Sedangkan untuk anak-anak, kolesterol membantu perkembangan otak anak.

“Kita itu butuh kolesterol. Hanya saja jangan berlebihan,” kata Profesor Hardinsyah, Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia di sela acara Karnaval Ayo Melek Gizi 2016, di Jakarta.

Apa sih kolesterol itu? Kolesterol merupakan produk khas hasil metabolisme hewan. Kolesterol hanya terdapat dalam makanan yang berasal dari hewan seperti daging, ikan, telur, susu, otak, dan jeroan. Dilihat dari struktur kimianya, kolesterol merupakan kelompok steroid, yaitu suatu zat yang termasuk ke dalam golongan lipid.

Pada manusia, kolesterol dapat disintesis sendiri di dalam tubuh, yaitu di bagian hati, korteks, adrenal, kulit, usus, testis, lambung, otot, jaringan adiposa, dan otak. Sekitar 17% dari berat kering otak terdiri atas kolesterol. Dengan demikian, tanpa kolesterol, struktur otak tidak mungkin terbentuk dengan sempurna.

Rata-rata manusia membutuhkan 1.100 miligram kolesterol per hari. Pada kebanyakan orang, liver biasanya memproduksi sekitar 70-75% kolesterol dalam darah, sedangkan sisanya dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Agar kebutuhan kolesterol tetap tercukupi, salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi telur.  “Memang telur ada kolesterolnya. Jadi untuk anak-anak, jangan dilarang mengonsumsi telur kecuali si anak bisulan atau alergi,” kata Hardinsyah.

Selain telur, otak sapi merupakan makanan yang memiliki kolestrol tinggi. “Cuma harus hati-hati untuk orang dewasa, karena makan 50 gram otak sapi, asupan kolesterolnya jadi bisa 2 kali lipat yang dibutuhkan tubuh. Kalau mau makan, ya cukup sebulan sekali anggap saja sebagai aksesoris kehidupan,” lanjut Prof Hardinsyah.retno,*

 

 

Kolesterol Baik dan Kolesterol Jahat

Kolesterol memang ada yang jahat dan tentunya memberikan sejumlah ancaman seram bagi kesehatan. Namun ada juga kolesterol yang baik. Sebab bagaimana pun, tubuh manusia membutuhkan kolesterol.

Di masyarakat masih sering muncul anggapan bahwa kolesterol sama dengan lemak. Makanan yang berlemak dianggap tinggi kolesterol juga. Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Suatu makanan bisa saja tinggi lemak, tapi belum tentu berarti tinggi kolesterol.

Lemak merupakan zat yang kaya energi. Selain itu komponen lemak tidak bisa larut dalam air biasa. Sementara kolesterol merupakan salah satu sub bagian dari lemak. Kolesterol diartikan juga sebagai senyawa lemak yang kompleks. Karena tidak larut dalam air, maka untuk bisa dibawa melalui aliran darah, ia harus membentuk suatu struktur yang disebut lipoprotein.

Untuk itu di dalam tubuh terdapat HDL atau high-density lipoprotein dan LDL (low density lipoprotein). HDL dikenal sebagai kolesterol ‘baik’. Mengapa? Karena HDL menjaga pembuluh darah arteri tetap bersih dan bagus untuk kesehatan jantung.

Sedangkan LDL (low density lipoprotein) sering disebut kolesterol ‘jahat’ yang dikaitkan dengan meningkatnya risiko aterosklerosis atau penyempitan pembuluh darah karena penumpukan plak kolesterol. Nah, dampak aterosklerosis antara lain serangan jantung dan stroke.

Menurut dr Iwan Surjadi Handoko dari Kalbe Nutritionals, baik LDL maupun HDL sebenarnya memiliki manfaat bagi tubuh manusia. LDL berperan membawa kolesterol ke sel-sel tubuh karena sel-sel tubuh memang membutuhkan kolesterol. Sedangkan HDL akan membawa balik kolesterol ke dalam hati. Karena itu jangan sampai LDL tinggi, dan HDL-nya malah rendah.

Perbedaan densitas HDL dan LDL mengacu pada tinggi rendahnya protein yang terkandung. HDL memiliki sifat kimia berat sehingga tidak mudah menempel di dinding pembuluh darah. Untuk diketahui 50% berat partikel HDL berasal dari protein dan hanya 20% dari kolesterol.

Berbeda dengan LDL yang 50% partikelnya adalah kolesterol dan hanya 25% protein. Karena itu LDL lebih mudah menempel di dinding pembuluh darah.

Ketika kadar LDL seseorang tinggi, rentan terjadi arterosklerosis yakni penyumbatan di pembuluh darah. Semakin rendah jumlah kolesterol LDL, semakin rendah risiko terserang penyakit. Jika LDL mencapai 160 atau lebih, itu sudah dianggap tinggi sehingga dokter biasanya akan meresepkan statin.

“LDL diketahui mengandung protein B-100, sedangkan HDL mengandung protein A-1 dan A-2. Tipe protein sangat menentukan fungsi dari lipoprotein bersangkutan,” terang dr Iwan.

Namun hati-hati, sebuah penelitian mengingatkan HDL bisa berubah jahat. Tim peneliti di Cleveland Clinic, Amerika Serikat menyebut sifat HDL di pembuluh darah arteri sangat berbeda dengan di tempat lain. HDL bisa berubah fungsi dan berperan dalam penyakit jantung akibat kondisi tertentu serta perubahan kimiawi.

Nah, untuk meningkatkan kolesterol baik dalam tubuh, Anda bisa mengasup alpukat, ikan dan kacang-kacangan. Asam lemak omega-3 pada ikan bisa membantu mengurangi kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik. Sementara kebanyakan kacang-kacangan memiliki tingkat kolesterol jahat yang rendah.

Sebaliknya, batasi makanan yang berpotensi meningkatkan kolesterol dalam tubuh. Misalnya saja telur burung puyuh yang kandungan kolesterolnya mencapai sekitar 3.640 mg, atau otak sapi yang kadar kolesterolnya juga tinggi, sekitar 2.300 mg.retno,*

 

 

Tanda Kolesterol Tinggi  yang Jarang Disadari

Kolesterol tinggi menjadi salah satu masalah yang paling umum dihadapi oleh sebagian orang. Dampak dari kolesterol tinggi memang sangat berbahaya, karena bisa menyebabkan komplikasi beberapa penyakit berbahaya seperti serangan jantung, stroke,  dan bahkan kanker.

Kolesterol memang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjadi sumber energi dalam proses pembakaran, namun sebenarnya kolesterol baik saja yang dibutuhkan dalam jumlah tinggi. Sementara kolesterol buruk/jahat hanya akan menumpuk dalam pembuluh darah saja.

Banyak orang yang tidak mengetahui atau tak menyadari jika kadar kolesterol dalam tubuh ternyata sangat tinggi. Hal ini disebabkan karena pemeriksaan kadar kolesterol dalam darah baru bisa diketahui setelah pengujian. Kolesterol tinggi sering tidak menyebabkan gejala, dan pada kondisi khusus baru menunjukkan gejala. Berikut ini beberapa jenis gejala kolesterol yang harus diwaspadai.

  1. Sering Kesemutan pada Kaki dan Tangan

Biasanya orang yang memiliki kolesterol tinggi sering mengalami kesemutan pada kaki dan tangan. Rasa kesemutan ini terjadi karena aliran darah yang tidak mencukupi pada syarat kaki dan tangan. Biasanya rasa kesemutan ini terjadi ketika seseorang sedang duduk dalam waktu yang cukup lama atau aktivitas lain yang melibatkan kaki dan tangan. Apabila Anda kerap mengalami salah satu, Anda perlu mewaspadai dan periksalah kadar kolesterol anda di rumah sakit atau dokter keluarga Anda.

  1. Cepat Pegal di Bagian Tangan dan Kaki

Selain kesemutan, kaki dan tangan pengidap kolesterol tinggi sering merasa pegal-pegal. Rasa pegal ini datang begitu saja meskipun tidak melakukan aktivitas yang berat atau membutuhkan tenaga yang cukup tinggi. Apabila hal ini sering terjadi pada Anda, maka waspadai gejala kolesterol tinggi ini.

  1. Tengkuk dan Pundak Jadi Tidak Nyaman

Tanda-tanda kolesterol juga bisa dikenali apabila seseorang sering merasakan berat pada tengkuk tanpa sebab yang pasti. Tengkuk menjadi terasa berat meskipun tidak membawa beban, hal ini juga terjadi di pundak. Pundak akan terasa pegal dan mengakibatkan badan terasa tidak nyaman sama sekali

  1. Sering Pusing

Gejala kolesterol selanjutnya adalah seringnya pusing pada bagian belakang kepala. Hal ini terjadi karena terjadinya penyempitan di pembuluh darah yang mengalirkan darah yang mengandung oksigen ke kepala. Bahaya yang timbul jika tidak segera diatasi adalah pecahnya pembuluh darah dan menyebabkan stroke.

  1. Cepat Mengantuk

Orang yang sering mengantuk ditengarai memiliki kadar kolesterol yang tinggi, hal ini biasanya terjadi pada orang yang memiliki kadar trigliserida di atas 600 bahkan 700 mg. Kadar trigliserida yang aman itu antara 150 hingga 200 mg, jadi 600 mg itu sudah terlampaui banyak. Hal ini sungguh tidak baik untuk kesehatan dan menyebabkan penyempitan lemak jahat di pembuluh darah yang mengalirkan darah ke otak. Jika aliran darah ke otak terganggu maka asupan oksigen tidak mencukupi sehingga seseorang mudah merasa mengantuk dan malas untuk mengerjakan sesuatu.

  1. Dada Kiri Sering Nyeri

Nyeri pada dada sebelah ini terjadi karena adanya penyempitan pembuluh darah di sekitar jantung. Jantung merupakan organ penting untu memompa darah untuk dialirkan ke seluruh tubuh. Jika ada penyempitan di sekitar jantung, maka orang akan merasa seperti tertusuk di bagian dada sebelah kiri. waspadai gejala kolesterol ini karena bisa menyebabkan gangguan jantung

  1. Penumpukan Lemak Tubuh

Bagi penderita obesitas seharusnya memang sudah waspada dengan adanya kolesterol tinggi dalam tubuh. Biasanya hal ini akan menyebabkan adanya penumpukan lemak dalam tubuh yang berlebihan dibeberapa bagian tubuh seperti perut, lengan, paha, dan dada. Lemak yang berlebihan inilah yang kemudian juga membuat potensi kolesterol dalam tubuh sangat banyak. Bahkan jika diperiksa maka lapisan lemak di bawah kulit terlihat seperti kerutan yang menumpuk.

 

  1. Emosi Tidak Stabil

Orang yang memiliki kolesterol tinggi akan merasakan tubuh yang tidak nyaman. Berbagai gangguan seperti mati rasa, kepala sering pusing dan lemah berlebihan kemudian akan menekan kondisi psikologis. Akibatnya maka penderita akan mudah tersinggung, mudah marah dan emosi yang naik turun. Tidak ada penyebab yang jelas dari masalah ini tapi bisa disebabkan karena kondisi tubuh yang memang sangat tidak nyaman dan merasa depresi.

 

  1. Ingatan Buruk

Gangguan memori yang ditandai dengan ingatan yang buruk bisa terjadi pada penderita kolesterol tinggi. Masalah ini bisa disebabkan karena syaraf dan pembuluh darah yang bekerja ke dalam otak tidak mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi yang cukup. Masalah ini juga menyebabkan gangguan penyerapan mineral dan vitamin yang seharusnya mendukung sistem memori dalam otak. Kondisi ini bisa menjadi lebih parah untuk penderita kolesterol yang memang sudah terkena stroke.

 

  1. Kuku Biru atau Gelap

Kuku yang sehat memiliki warna putih dan terlihat sangat segar. Namun orang yang memiliki kolesterol tinggi biasanya akan memiliki kuku dengan warna yang lebih gelap. Hal ini bisa disebabkan karena aliran darah yang kaya dengan oksigen juga tidak sampai ke bagian jaringan ini. Hal yang paling berbahaya adalah apabila masalah ini juga terjadi pada orang dengan kolesterol tinggi dan sudah pernah terkena serangan stroke atau memiliki riwayat penyakit jantung. Kuku akan berwarna biru atau gelap bahkan jika ditekan pada bagian tersebut. Perawatan lanjut sangat diperlukan untuk mengatasi beberapa komplikasi ini.

 

Mencegah Kolesterol Tinggi

Kolesterol tinggi adalah hasil dari gaya hidup yang buruk dan pemilihan makanan yang salah. Selain itu kolesterol tinggi juga bisa dipengaruhi oleh garis keturunan dalam keluarga. Bukan berarti kolesterol tinggi tidak bisa diturunkan atau dikendalikan. Berikut kiat mencegah kolesterol tinggi:

  1. Batasi makanan yang mengandung lemak Jenuh dan kolesterol tinggi

Beberapa jenis makanan yang mengandung lemak tinggi contohnya daging merah, daging unggas dengan kulit, minyak sawit, semua makanan yang digoreng dengan minyak sawit, semua makanan yang mengandung minyak kelapa, kuning telur, jeroan sapi dan unggas, kerang, mentega.

  1. Konsumsi makanan berserat tinggi

Beberapa jenis makanan yang mengandung serat dan sangat disarankan di antaranya: kacang-kacangan, gandum, oat, ubi, kentang, wortel, kubis, brokoli, terong, okra, markisa, jeruk, apel, aprikot.

  1. Konsumsi makanan mengandung protein nabati

Beberapa jenis makanan yang sangat disarankan adalah seperti kacang-kacangan, biji-bijian, dan ikan.

  1. Olahraga yang teratur
  2. Berhenti merokok!