Derita Siriosis, Sutan Bhatoegana Meninggal

Global News/Istimewa Sutan Bhatoegana saat masih di rawat di rumah sakit saat ditengok rekan separtainya Max Sopacua.

Global News/Istimewa
Sutan Bhatoegana saat masih di rawat di rumah sakit saat ditengok rekan separtainya Max Sopacua.

SURABAYA (global-news.co.id)-Politisi Partai Demokrat Sutan Bhatoegana meninggal dunia, Sabtu (19/11/2016), di Rumah Sakit Bogor Medical Centre (BMC).  Sutan meninggal karena sakit kanker hati yang diketahui sejak Oktober 2016 dan dirawat sejak 2 November 2016.

Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM Akbar Hadi mengatakan, Sutan menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 08.00 WIB. “Barusan ada kabar dari pengawal yang ada di rumah sakit,” kata Akbar Hadi, Sabtu (19/11/2016).

Mantan Ketua Komisi VII DPR itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan, setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Hermina Bandung. Sutan Bathoegana Siregar lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara, 13 September 1957. Dia meninggal di usia 59 tahun.

Menurut keterangan pihak keluarga, almarhum akan dimakamkan Sabtu sore di pemakaman Giri Tama, Parung, Bogor. Politisi yang populer dengan jargon “Ngeri-ngeri Sedap” divonis hukuman 10 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Tapi, hukuman diperberat menjadi 12 tahun penjara oleh MA, karena dianggap terbukti menerima pemberian uang terkait pembahasan APBN Perubahan 2013 dan menerima suap SKK Migas.

Sementara, Keluarga besar Partai Demokrat menyatakan rasa duka mendalam atas wafatnya politisi Sutan Bathoegana. “Selamat jalan pak Sutan, kami mengucapkan innalilahiwainnailahi rojiun, kami mendoakan semoga almarhum diterima di sisi-Nya dan diampuni segala dosanya serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan kekuatan Amin YRA,” ujar Rico Rustombi juru bicara Partai Demokrat seperti dilansir Antara, Sabtu (19/11/2016).

Rico mengatakan, Sutan merupakan sosok politisi yang berjasa membesarkan dan memperjuangkan Partai Demokrat dalam perjuangan demokrasi di Indonesia. Menurut dia, di masa hidupnya Sutan adalah sosok yang menyenangkan dan selalu memiliki rasa humor yang tinggi. “Beliau tidak pernah lelah dalam mengisi perjuangan partai. Sekali lagi selamat jalan Pak Sutan, semoga Allah SWT mengampuni semua dosa-dosanya, Amin,” ujar Rico.(ant/zis)