Akhmad Munir Pimpin PWI Jatim Lagi

Istimewa Ketua Umum PWI Pusat Margiono (kanan) mengukuhkan Akhmad Munir (kiri) sebagai Ketua PWI Jatim periode 2016-2021.

Istimewa
Ketua Umum PWI Pusat Margiono (kanan) mengukuhkan Akhmad Munir (kiri) sebagai Ketua PWI Jatim periode 2016-2021.

SURABAYA (global-news.co.id)-Calon Petahana Ketua PWI Jawa Timur Akhmad Munir meraih suara terbanyak dalam pemilihan ketua yang digelar dalam konferensi PWI Jawa Timur, Sabtu (19/11/2016).

Seperti yang sudah diperkirakan, Munir yang juga Kepala LKBN Antara Jawa Timur meraih suara terbanyak 136 suara dibandingkan dengan pesaingnya Eko Widodo dari Arek TV yang hanya dipilih 10 suara dari total 150 suara yang masuk. Dalam pemilihan yang berlangsung tertutup tersebut, empat suara tidak sah

“Dengan demikian, Akhmad Munir, ditetapkan sebagai ketua terpilih PWI Jawa Timur periode 2016-2021,” kata Pimpinan Sidang, Winna Armada, sekretaris Dewan Kehormatan PWI pusat.

Setelah terpilih kembali sebagai ketua PWI Jawa Timur, ketua terpilih memilih 4 tim formatur berdasarkan wilayah yang akan menyusun kepengurusan PWI Jawa Timur. “Selain memilih Ketua PWI Jawa Timur, konferensi ini juga memilih Ketua Dewan Kehormatan,” ujar Winna.

Dalam konferensi itu, ketua terpilih dan pengurus harian PWI Jatim langsung dikukuhkan oleh Ketua PWI Pusat Margiono yang turut hadir dalam acara itu bersama Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Pusat Wina Armada itu.

Margiono dalam sambutan pengukuhannya meminta agar ketua terpilih merangkul semua elemen media yang ada di Jatim, sehingga bisa menjadi media yang profesional. “Pers jangan merasa kuat sendirian tanpa organisasi, karena organisasi adalah tempat bernaung media, baik itu PWI, AJI atau IJTI, silakan industri pers untuk bergabung,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Margiono juga meminta ketua terpilih untuk merangkul semua potensi wartawan muda sebagai salah satu regenerasi dalam tubuh PWI. “Inilah yang membedakan antara PWI dengan organisasi lainnya, yakni selalu adanya regenerasi dalam kepengurusan. Wartawan muda itu generasi penerus kita di masa depan,” katanya dalam acara yang dihadiri 400-an anggota PWI Jatim yang mayoritas masih anggota muda.

Margiono juga berharap PWI Jatim melahirkan tokoh yang mampu menggantikan dirinya sebagai Ketua Umum PWI Pusat dalam Kongres PWI Pusat pada tahun 2018. “Saya tidak punya pesan apapun, saya hanya berpesan ada tokoh PWI Jatim yang maju sebagai calon Ketua Umum PWI Pusat,” katanya.

Sementara itu, Akhmad Munir mengatakan dalam kepengurusan kali ini dirinya siap merangkul semua komponen media dengan membentuk Dewan Pakar yang berisi semua Kepala Biro Perwakilan Jatim dari berbagai media. Selain itu, kata Munir, untuk regenerasi kepengurusan PWI di berbagai daerah Jawa Timur juga akan kembali menghidupkan beberapa PWI daerah yang sebelumnya mati, dan menggelar sertifikasi atau pelatihan wartawan untuk standarisasi kewartawanan.

Dalam periode sebelumnya, PWI Jatim sudah mengadakan 16 angkatan uji kompetensi wartawan (UKW), lalu membentuk enam perwakilan baru hingga PWI Jatim kini tercatat memiliki 26 perwakilan di tingkat kabupaten/kota. “Kami juga sempat melakukan advokasi dalam sengketa pers di Gresik,” katanya.

Dalam konferensi itu hanya dua dari empat pendaftar yang dinyatakan sebagai bakal calon Ketua PWI Jatim, yakni Akhmad Munir yang merupakan petahana, dan Eko Widodo dari Arek TV Surabaya. Sisanya tidak memenuhi persyaratan sesuai PD/PRT PWI hasil kongres ke-23 di Banjarmasin tahun 2013.

Sementara itu, Eko Widodo berharap kepengurusan PWI Jatim pada lima tahun mendatang banyak melibatkan wartawan muda dan banyak kegiatan yang melibatkan peran perwakilan di tingkat kabupaten/kota, sehingga regenerasi akan terjadi dalam kepengurusan PWI Jatim dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. (fan)