Pertinas V Blitar Pecahkan Rekor Dunia

GLOBAL NEWS/SAPTO HARI PRABOWO Pertinas V ditutup dengan pemberian penghargaan dunia.

GLOBAL NEWS/SAPTO HARI PRABOWO
Pertinas V ditutup dengan pemberian penghargaan dunia.

BLITAR (Global News)–Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Bakti Husada Tingkat Nasional (Pertinas) V di Bumi Perkemahan Serut, Kabupaten Blitar, Jawa Timur yang resmi ditutup Minggu (23/10/2016), membuahkan penghargaan dunia.

Adalah Record Holders Republic, sebuah organisasi sosial kemasyarakatan asal London (Inggris) yang menaruh perhatian terhadap berbagai rekor yang belum tercatat ataupun termuat dalam sebuah laman, yang memberikan penghargaan The Most Hygiene Officer kepada Satuan Karya Pramuka Bakti Husada Tingkat Nasional, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Gubernur Jawa Timur, Bupati Blitar, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar dan Kwartir Cabang Kabupaten Blitar.

Penghargaan tersebut diberikan karena keberhasilan Pramuka Saka Bakti Husada tingkat nasional memecahkan rekor dunia atas pengerahan sebanyak kurang lebih 2000 tenaga penyuluh kesehatan dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat dan anak sekolah saat berlangsungnya Pertinas V tersebut.

Penutupan Pertinas V ditutup secara resmi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dr. Untung Suseno Sutarjo M.Kes. Dalam sambutannya, Untung mengatakan masa depan yang lebih baik dapat diwujudkan dengan kejujuran, menegakkan disiplin diri, ketelitian, semangat belajar yang tinggi, tanggung jawab, memupuk persatuan kebhinnekaan, semangat berkontiribusi, percaya diri dan optimisme. “Pendidikan formal di sekolah tidaklah cukup. Oleh karena itu, adanya kegiatan pramuka perlu didukung. Prinsip metode pendidikan pramuka yang menempa serta mendidik agar mandiri untuk mengatasi persoalan yang dihadapi. Keterampilan yang diperoleh dalam Saka Bakti Husada akan meningkatkan kepercayaan diri untuk melaksanakan kegiatan nyata dan produktif sehingga dapat memberikan bekal dan untuk mengabdi bagi masyarakat, bangsa dan negara sesuai dengan aspirasi kaum muda Indonesia dan pembangunan nasional,” ujar Untung Suseno Sutarjo.

Dalam kesempatan tersebut, Untung juga mengajak para pembina, pelatih maupun majelis pembimbing untuk lebih merapatkan barisan dan menyatukan gerak untuk percepatan dalam pembentukan karakter kaum muda Indonesia.

Penutupan Pertinas V dimeriahkan oleh penampilan para peserta yang menyajikan beberapa pertunjukan seni dan juga drama kolosal yang menceritakan tentang asal nama Blitar. Acara semakin meriah dengan kehadiran band asal ibukota yaitu Drive. Para peserta Pertinas V yang sebagian besar adalah anak muda sangat gembira dan bahkan bernyanyi ataupun bergoyang mengikuti setiap alunan lagu.

Seusai penampilan Drive, disusul pertunjukan wayang kulit dengan lakon “Olah Kridaning Jemparing” oleh dalang dari Jember Ki Edy Siswanto MC dengan didukung oleh bintang tamu Lusi Brahman asal Ponorogo serta lawak Jo Klitik dan Jo Klutuk. Masyarakat umum juga tampak ikut menikmati suguhan rangkaian acara. (sap)