Pemkab Gelar Festival Sampah dan Pamekasan School Fair 2016

GN/Masdawi Dahlan   Bupati Achmad Syafii dan istri mengunjungi salah satu stan sekolah di Pamekasan Scholl Fair 2016.

GN/Masdawi Dahlan
Bupati Achmad Syafii dan istri mengunjungi salah satu stan sekolah di Pamekasan Scholl Fair 2016.

PAMEKASAN (Global News)-Pemkab Pamekasan menggelar Festival Sampah dan Pamekasan School Fair (PSF) 2016 di Gedung Islamic Center, Jl Raya Panglegur. Kegiatan tersebut digelar dalam rangkaian memperingati Tahun Baru Islam dan Hari Jadi Pamekasan ke-486.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Pamekasan Achmad Syafii, Selasa (18/10/2016). Dalam pembukaan itu juga hadir anggota Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) lengkap, para pimpinan SKPD di Pemkab Pamekasan, dan perwakilan para guru dan siswa se-Kabupaten Pamekasan.

Kegiatan ini sangat meriah karena festival sampah yang merupakan program Kantor Badan Lingkungan Hidup Pamekasan itu menghadirkan seribu lebih siswa SD, SMP hingga SMA/SMK. Mereka hadir memeriahkan dengan ikut  terlibat dalam kegiatan pungut dan bersih bersih sampah sepanjang Jalan Trunojoyo hingga Terminal Ceguk Pamekasan.

Para guru, bupati dan istri, Wakil Bupati Khalil Asyari, anggota Forpimda  dan para pejabat yang hadir dalam upacara pembukaan, juga ikut memungut dan membersihkan sampah. Lalu kemudian sampah itu ditempatkan pada tempat yang telah disediakan untuk diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA). Kegiatan bersih bersih itu dilakukan pagi hari sebelum acara pembukaan festival dimulai.

Bukan hanya itu saat acara hiburan dalam pembukaan festival itu juga ditampilkan pagelaran atau penampilan para model yang merupakan ‘cebbing’ atau putri Pamekasan, dengan menggunakan  buasana menutup aurat yang semua bahannya berasal dari bahan bahan sampah baik sampah plastik maupun sampai kain.

Bupati Achmad Syafii mengapresiasi kegiatan festival sampah  ini. Dia mengungkapkan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kreatifitas untuk menangani persampahan di Pamekasan yang selama ini masih belum maksimal. Banyak kreativitas kegiatan yang dilakukan dalam festival ini tujuannya agar penanganan sampah lebih maksimal.

“Kegiatan ini sifatnya provokatif saja agar semua pihak sadar bahwa perlu kreativitas dan keterlibatan dalam menangani sampah. Dan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian peringatan hari jadi, karena peringatan hari jadi merupakan kegiatan yang terbesar untuk lokal Kabupaten Pamekasan, ” katanya.

Syafii meminta agar kegiatan macam ini terus  digelar dan tahun berikutnya lebih banyak lagi melibatkan siswa. Kalau tahun ini hanya sekitar seribu siswa, tahun berikutnya harus terus ditambah jadi dua ribu dan terus ditambah untuk tahun tahun berikutnya lagi.

Sementara itu, Pamekasan School Fair 2016 diikuti oleh sekitar 85 stan, 35 di antaranya berasal dari sekolah tingkat SD, SMP hingga SMA dan SMK di lingkungan Dinas Pendidikan Pamekasan dan 30 stan lainnya berasal dari sekolah atau madrasah madrasah binaan Kantor Kemenag Pamekasan.

Usai upacara pembukaan, Bupati Syafii bersama istri, Wakil Bupati Khalil Asyari, anggota Forpimda dan para pejabat lainnya meninjau stan stan peserta  pameran pendidikan tersebut. Selain meninjau aneka ragam kreativitas siswa Bupati dan istri juga banyak membeli hasil kerajinan tersebut. (mas/*)