Ngopi Seruput Serentak Pecahkan Rekor MURI

GN/Istimewa Fopimda Jatim dalam seruput serentak di Makodam dalam rangka HUT TNI.

GN/Istimewa
Fopimda Jatim dalam seruput serentak di Makodam dalam rangka HUT TNI.

SURABAYA (Global News) Kegiatan Ngopi Bareng Ser-Ser (Seruput Serentak) yang diprakarsai Pemprov Jatim dalam rangka memperingati HUT ke 71 TNI, Syukuran 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila serta Hari Kopi Internasional, di Lapangan Makodam V/Brawijaya, Sabtu (1/10/2016) malam, memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) kategori meminum kopi bersama di gerai terbanyak di Indonesia.

Ngopi Ser-Ser diikuti sekitar 1.200 warung kopi (warkop) dan 32 ribu orang, dimana dilaksanakan serentak di beberapa kabupaten dan kota yakni Kota Surabaya, Kab. Gresik, Kab. Sidoarjo, dan Mojokerto. Dan memecahkan rekor sebelumnya yang diikuti seribu warkop.

Setiap warung yang terlibat dijejali minimal 20 orang, dua di antaranya anggota TNI dan langsung meminum kopi bersama setelah dikomando dari pusat acara di Lapangan Kodam V melalui siaran langsung salah satu televisi lokal.

Penyerahan piagam Muri dilakukan Awan Rahargo, Senior Manager Museum Rekor Indonesia, kepada Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo yang didampingi Wagub Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf dan Pangdam V/Brawijaya, I Made Sukadana.

“Telah memenuhi salah satu kriteria rekor Muri. Dengan bangga dan hormat museum rekor dunia Indonesia mencatatnya sebagai rekor,” ucap Awan Rahargo.

Sementara, dalam sambutannya, Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo mengaku sangat bangga dengan terpecahnya rekor ini. Karena selain membawa nama baik Jatim juga menunjukkan hubungan yang baik antara masyarakat dan TNI dengan kompak bisa duduk bersama menikmati kopi bersama-sama.

“TNI bersama-sama dengan rakyat juga minum kopi bareng. Ini membuktikan bahwa tidak ada jarak antara TNI dan rakyat.  Inilah yang menjadi rahasia hebatnya Jawa Timur. Semuanya kompak, TNI kompak, Polri kompak, dan masyarakatnya juga kompak,” jelas Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim.

Dengan adanya kegiatan ini, menurut Pakde Karwo, menjadi indikator bahwa perekonomian Jatim semakin maju. Di Jatim ada sekitar 80 ribu warkop dimana menjual kopi lokal dari seluruh pelosok Indonesia. Dengan jumlah yang banyak pasti perputaran uangnya cukup besar.” Apabila setiap warkop beromset rata-rata Rp 1 juta, maka apabila di jumlah akan ada Rp18 triliun per tahun perputaran uang di warkop tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Wagub Jatim, yang sekaligus Ketua Panitia Ngopi Bareng Ser-Ser, H. Saifullah Yusuf menuturkan warkop menjadi salah satu motor penggerak perekonomian Jatim. Warkop tumbuh dan berkembang di berbagai tempat dan kalangan. “Warkop membuka peluang lapangan pekerjaan. Berapa ribu tenaga kerja yang bekerja di sektor ini di seluruh Jatim yang jumlahnya sekitar 80 ribu warkop, Dan lebih hebatnya, ngopi sudah menjadi gaya hidup dan budaya bangsa Indonesia dimana jenia kopi dari Indonesia memiliki kualitas yang diakui oleh Negara lain,” jelas Gus Ipul.

Selain ngopi di 1.200 warkop, di Makodam sendii juga dipenuhi 8000 orang yang 4000 orang di antaranya anggota TNI ikut minum kopi bersama. Juga diikuti 800 pedagang kaki lima (PKL), keluarga TNI, serta sekitar 2000 orang penggemar wayang kulit.

Kegiatan kolosal ini juga dihadiri Pangdam V/Brawijaya I Made Sukadana, Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji dan pejabat lainnya.

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI I Made Sukadana menilai, Ngopi Bareng Ser Ser ini cukup unik dan mampu mendekatkan antara TNI dan rakyat. “Saya mengapresiasi kegiatan ini. Warung kopi bisa menjadi tempat cangkrukan, tempat sosialisasi bagi anggota TNI ke rakyat,” terangnya. (faz)