2000 Lulusan SMK Ikut Job Matching dan Career Expo

GN/Masdawi Dahlan Bupati Achmad Syafii tengah berbincang dengan salah satu penjaga stand perusahaan yang ikut dalam job matching dan career expo di SMKN 2, Rabu (5/10/2016).

GN/Masdawi Dahlan
Bupati Achmad Syafii tengah berbincang dengan salah satu penjaga stand perusahaan yang ikut dalam job matching dan career expo di SMKN 2, Rabu (5/10/2016).

PAMEKASAN-Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Pamekasan selama dua hari, mulai Rabu (5/10/2016) menggelar job matching dan career expo. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman kampus SMKN 2 Jalan Raya Proppo Pamekasan dan dibuka secara resmi oleh Bupati Pamekasan Drs Achmad Syafii.

Hadir dalam pembukaan acara ini utusan dari Direktorat PSMK Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan, para Kepala SMK dan SMA se-Madura, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Ketua Komsi IV DPRD Pamekasan dan sejumlah undangan dari instansi terkait lainnya.

Kepala SMKN 2 Pamekasan Budi Sulistio mengatakan job matching SMK 2016 ini merupakan salah satu instruksi Presiden RI Nomor 9 Tahun 2016 tentang revitalisasi SMK dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing SDM Indonesia. Di Jawa Timur, ada tiga SMKN yang ditunjuk untuk menggelar job matching ini di antaranya SMKN 2 Pamekasan.

Budi Sulistio mengatakan job matching dan career expo ini diikuti 2000 lulusan SMK se Madura. Sedangkan perusahaan yang bersedia ikut berpartisipasi sebanyak 43 perusahaan, 28 di antaranya berasal dari Surabaya dan daerah lainnya di Jatim dan sisanya 15 perusahaan berasal dari Madura.

“Kegiatan itu bertujuan mempertemukan perusahaan dengan para lulusan SMK, tersedianya bursa kerja,  perusahaan bisa lakukan rekrutmen secara langsung dan sebagai langkah kemitraan lanjut antara perusahaan dengan SMK sebagai penyedia SDM. Kami berharap agar kegiatan ini bisa rutin terlaksana tiap tahun,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Pamekasan Achmad Syafii saat memberikan sambutan mengatakan bahwa SMKN 2 saat ini benar benar berubah total karena sudah ada kemajuan yang pesat dalam banyak aspeknya. Ini menjadi buah kerja keras pimpinan dan para guru serta elemen lainnya di sekolah ini untuk terus melakukan perubahan.

Syafii juga mengaku bahwa kini SMKN 2 Pamekasan telah menjadi satu di antara SMKN percontohan atau rujukan nasional. Karena itu dia menilai itu merupakan prestasai luar biasa. Dia mengatakan di Jawa Timur saja SMKN yang telah berjalan sesuai standar sangat sedikit.  75 persen SMKN di Jatim ini masih di bawah standar.

“Terus terang kegiatan job matching ini telah menginspirasi saya untuk juga melakukan kegiatan yang sama di lingkungan SKPD di Pemkab Pamekasan. Saya berharap untuk terus dikembangkan sehingga SMKN  2 dan SMKN lainnya nanti akan bisa menelurkan lulusan yang siap pakai di lapangan,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan, Drs Moh Tarsun mengapresiasi atas ditunjuknya SMKN 2 menjadi lokasi job matching ini. Menurut Tarsun, perhatian SMK pada anak didiknya tidak hanya selesai pada saat telah mengeluarkan ijazah, namun juga ikut memikirkan dan mencarikan alternatif  pekerjaan atau peluang kerja yang menjadi kebutuhan para lulusannya. (mas/faz)