Pengusaha Persepatuan Antusias Berburu Informasi Tax Amnesty

GN/Fathurrochman Al Aziz Para pengusaha,pemilik toko grosir dan IKM di bidang persatuan yang tergabung dalam Aprisindo Jawa Timur sangat antusia menggali informasi sebanyak-banyaknya sebelum ikut dalam program tax amnesty.

GN/Fathurrochman Al Aziz
Para pengusaha,pemilik toko grosir dan IKM di bidang persatuan yang tergabung dalam Aprisindo Jawa Timur sangat antusia menggali informasi sebanyak-banyaknya sebelum ikut dalam program tax amnesty.

SURABAYA (Global News)-Animo para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jawa Timur untuk mengikuti program tax amnesty cukup besar. Setidaknya itu dibuktikan hadirnya puluhan pengusaha dalam forum diskusi tax amnesty yang diprakarsai Aprisindo Jawa Timur, Kamis (1/9/2016).              

Beragam pertanyaan bermunculan dalam forum diskusi yang menghadirkan Managing Patner Kantor Konsultan Pajak Pasagung, Santoso Pek.        

Ketua Aprisindo Jatim, Winyoto Gunawan atau akrab disapa dengan HA Nurawi mengungkapkan, forum diskusi yang diselenggarakannya, bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana tax amnesty secara utuh.      

“Forum ini sudah bukan lagi sosialisasi tapi merupakan diskusi. Karena jujur, manufaktur, toko grosir, IKM dan lain sebagainya sebagai anggota kami di Aprisindo banyak yang masih merasa kebingungan. Apalagi yang mendapat SMS, WA, dari media sosial, ini semua simpang siur,” kata pria akrab disapa Abah Awi didampingi Sekretaris Aprisindo Ali Masud.        

Karena itulah, menurut Abah Awi, ia merasa perlu mengundang konsultan pajak berpengalaman seperti Santoso Pek yang 47 tahun berkiprah dalam dunia konsultasi pajak.      

Pengusaha sepatu ini mengatakan, para pengusaha yang tergabung dalam Aprisindo Jawa Timur akan mengikuti kebijakan tax amnesty yang ditawarkan pemerintah. “Cuma memang masih punya pemikiran dan pertimbangan. Seperti adminnya bagaimana, lalu pelaporannya bagaimana. Nah, melalui kesempatan (forum diskusi) inilah, mereka (para pengusaha) anggoita kita semua  bisa mendapat pencerahan,” ujar Nurawi.

Diungkapkan, pada tahap pertama program tax amnesty, para pengusaha yang tergabung dalam Aprisindo Jatim berada dalam tahap persiapan. “Insya Allah, September ini pasti sudah ada yang masuk (program tax amnesty),” tukas pria bernama asli Njo Gwan Wie ini.

Ditanya soal berapa orang anggota asosiasi yang akan mengikuti tax amnesty, Nurawi mengaku belum bisa menyebutkan. Pria asli Surabaya ini mengatakan, dalam forum diskusi terungkap, adanya berbagai usulan terkait dengan tax amnesty.

“Tadi (dalam forum diskusi) ada sedikit persoalan yakni mengenai tingkat penyaluran faktur pajak PPN. Jadi dari manufaktur, toko grosir ke toko-toko yang ada di bawahnya tidak terdistribusi dengan baik. Nah, dengan adanya keterbukaan (tax amnesty) yang akan datang ini, mudah-mudahan bisa diusulkan bagaimana cara terbaik yang akan kita tindak lanjuti mendatang,” ujar Abah Awi.

Sementara itu Managing Partner Kantor Konsultan Pajak Santoso Pek mengaku para konsultan pajak mulai dari yang ada di pusat hingga yang ada di daerah berkeinginan diundang berbagai pihak untuk memberikan penjelasan mengenai tax amnesty sehingga tidak terjadi kesimpang siuran informasi. “Saya diundang kemari (forum diskusi), karena saya mendapat gambaran banyak pengusaha yang nggak mengerti tentang masalah pajak dan belum ber-NPWP, sedangkan pemerintah sekarang membutuhkan dana untuk pembangunan,” ujar Santoso.

Diungkapkan, dari 60 juta wajib pajak, hanya 30 juta saja yang terdaftar. Sedangkan yang memasukkan SPT hanya 27 juta. Dari jumlah tersebut, hanya 11 juta wajib pajak saja yang tertib membayar pajak. “Jadi jangan biaya pembangunan dari pajak ini hanya ditanggung 11 juta wajib pajak saja, itu yang harus ditingkatkan,” ucap Santoso. (faz)