Palestina dan Israel Pun Berdamai di Pemakaman Shimon Peres

GN/AFP Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan PM Israel Benyamin Nentanyahu bersalaman di seremoni pemakaman Simon Peres, Jumat (30/9/2016).

GN/AFP
Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan PM Israel Benyamin Nentanyahu bersalaman di seremoni pemakaman Simon Peres, Jumat (30/9/2016).

YERUSALEM (Global News)-Momen langka terjadi dalam seremoni pemakaman mantan Presiden Israel Shimon Peres. Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang hadir di seremoni berjabat tangan dan bertegur sapa dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu sebelum seremoni pemakaman dimulai.

“Ini hal yang sangat saya hargai atas nama rakyat kami dan atas nama kami,” tutur Netanyahu saat berjabat tangan dengan Abbas, seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (30/9/2016).

Abbas salah satu pemimpin dunia yang hadir dalam seremoni tersebut. Selain Abbas, tampak hadir Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan sejumlah pemimpin dunia lainnya pemakaman Mount Herzl, Yerusalem.

Abbas mendapat tempat duduk di barisan depan, di antara Presiden Dewan Eropa Donald Tusk dan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban. Obama sempat menyambut Abbas dengan memberikan ciuman di pipi pemimpin Palestina itu, sebelum berjalan untuk berdiri di sebelah Netanyahu.

Mantan presiden AS Bill Clinton yang juga hadir di pemakaman, telah tiba di Israel sehari sebelumnya. Pemakaman Peres dihadiri oleh banyak pemimpin dunia, termasuk Presiden Prancis Francois Hollande, PM Italia Matteo Renzi, PM Kanada Justin Trudeau, Pangeran Charles dari Inggris dan lainnya. Israel menerapkan pengamanan besar-besaran untuk seremoni pemakaman Peres ini, dengan mengerahkan sekitar 8 ribu polisi.

Peres meninggal dunia pada Rabu (28/9) dini hari, sekitar pukul 03.00 waktu setempat, dalam usia 93 tahun. Peres meninggal saat menjalani perawatan medis di Sheba Medical Center, Tel HaShomer, Israel karena terkena stroke sejak dua pekan lalu. Kondisi kesehatannya sempat dikabarkan stabil, sebelum mengalami penurunan serius pada Selasa (27/9) waktu setempat.

Tercatat sebagai pejabat yang paling lama memegang berbagai jabatan publik, Peres dianggap sebagai bagian besar dari sejarah Israel. “Sejarah negara Israel adalah sejarah Shimon Peres,” demikian sebut The Jerusalem Post dalam artikelnya soal Peres.(dtc/zis)