MU Harus Menang atau Malu !

mourinho-dan-fellainiMANCHESTER (Global News)-Jose Mourinho, manajer Manchester United, hanya bisa tertunduk lesu. Pemicunya, dalam tiga kali permainan terakhir di Liga Primer dan Liga Champions, United pulang dengan tangan hampa. Kesempatan menyelematkan muka datang saat The Red Devils (julukan Manchester United) menjamu juara bertahan Leicester City, Sabtu (24/9/2016).

Secara statistik peluang MU mengalahkan The Fox cukup besar. Dalam lima kali pertemuan dalam Liga Primer, United hanya sekali kalah. Selebihnya menang dan minimal bermain seri.

Ini tentu saja menjadi pelecut bagi Ibrahimovic dan rekan-rekannya untuk meraih poin penuh. Lebih penting lagi adalah menyelematkan muka setelah dipermalukan Watford di Old Trafford degan skor 1-3. Apalagi sebelumnya, dalam derby Manchester, pasukan Mourinho mengakui keunggulan Manchester City. Ditambahkan lagi, dipermalukan jawara Belanda Feyenord dalam ajang Liga Champions.

Sebelum menjamu Leicester City, MU akan bertandang ke kandang Northampton Town, klub non Liga Primer, dalam ajang lanjutan Piala Liga Inggris yang merupakan salah satu ajang kompetisi yang tidak terlalu bergengsi dibandingkan dengan Piala FA, apalagi dengan Liga Primer Inggris, Kamis (22/9/2016).

Namun seandainya kepulangan MU dari kandang Northampton Town dengan membawa kemenangan setidaknya menjadi penambah semangat. Hal ini mengingat tim besutan Mourinho kini berada di bawah tekanan selepas tiga kekalahan terakhir.

Bukan hanya Mou, panggilan Mourinho, tapi juga Wayne Rooney dan kawan-kawannya kini tengah berada dalam sorotan. Buktinya, Rooney kini menjadi bidikan para suporter The Red Devils untuk ‘dipinggirkan’ dari lapangan menyusul hasil buruk United.

Usai kekalahan dari Watford, kelompok suporter MU yang tergabung dalam ‘United We Stand’ melakukan jajak pendapat apakah mereka ingin Rooney dipinggirkan dari skuat utama. Jawabannya, sebanyak 92% setuju jika Rooney diturunkan dari skuat.

Penampilan Rooney saat dimainkan selama 90 menit pada kesempatan itu memang mengecewakan. Sejumlah bukti buruknya performa Rooney, sebagaimna diungkap statistik The Mirror, dari sembilan tendangan sudut/tendangan bebas yang diambil Rooney, hanya dua peluang yang tercipta.

Tak hanya itu, dimainkan di belakang striker utama Zlatan Ibrahimovic saat menghadapi Watford, tidak sekalipun Rooney melepaskan umpan terobosan bagi rekan-rekannya.

Rooney , memang bukan satu-satunya masalah saat MU menelan tiga kekalahan beruntun. Tapi keberadaan Rooney di atas lapangan bersangkut paut dengan kegagalan memenangi derby, tertunduk dalam lawatan ke Feyenoord dan hasil memalukan saat berhadapan dengan Watford.

Dengan segala atribut yang melekat padanya (kapten dan legenda MU, telah memenangi seluruh trofi mayor, butuh tiga gol lagi untuk menjadi topskorer sepanjang masa klub, dan siap dimainkan di posisi manapun oleh pelatih), Rooney harusnya merupakan sosok penting buat MU. Tapi Rooney sekarang sedang tak bagus.

Rooney adalah salah satu (kalau bukan satu-satunya) pemain yang tampil mencolok saat MU menjalani periode sulit bersama David Moyes. Tapi kini dia dianggap tak layak berada dalam skuat ‘Setan Merah’. Pemain berusia 30 tahun itu malah disebut menghambat timnya.

Jika MU kini tengah dalam tekanan besar, performa Leicester justru sebaliknya. Meski sempat terlambat start, namun penampilan Leicester City di Liga Primer cenderung stabil. Setelah dipukul 4-1 oleh Liverpool dalam Liga Primer, The Fox tampil gemilang di ajang Liga Champions dan domestik.

Dengan posisinya saat ini berada di urutan ke-11 klasemen sementara, The Fox datang ke  Old Trafford dengan keinginan menambah poin penuh atau paling tidak seri. Meski membawa misi yang tidak ringan, namun bukan tidak mungkin skuad Claudio Ranieri bakal membuat United kembali menanggung malu. (faz)