Pisah Kenal, Dandim Pamekasan Disebut Layak Jadi Calon Bupati

GN/Masdawi Dahlan Bupati Achmad Syafii dan Mantan Dandim Letkol Arm Mawardi beserta istri saat pisah kenal, akhir pekan kemarin.

GN/Masdawi Dahlan
 Bupati Achmad Syafii dan Mantan Dandim Letkol Arm Mawardi (dua dari kanan) beserta istri saat pisah kenal, akhir pekan kemarin.

PAMEKASAN (Global News)-Mantan Dandim 0826 Pamekasan, Letkol Arm Mawardi SAP, benar benar menyatu dengan masyarakat setempat. Selama bertugas di Pamekasan dia sangat dekat dengan segala lapisan masyarakat, baik itu para pejabat, ulama, pemuda dan elemen masyarakat lainnya.

Itulah yang terungkap dalam acara pisah kenal jabatan Dandim Pamekasan di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Sabtu malam lalu. Letkol Marwardi yang telah mengabdi selama tiga tahun lima bulan dimutasi ke Kodiklat TNI AD di Bandung, sementara penggantinya adalah Letkol Inf Nuryanto.

Tentang dekatnya Mawardi dengan masyarakat itu diungkapkan oleh Bupati Pamekasan Achmad Syafii. Menurut Syafii, Mawardi dikenal cepat bersosialisasi dengan warga, mudah akrab dan familiar, sehingga mudah dalam menjalankan tugasnya.

Saking dekatnya dengan masyarakat,  kata Syafii, maka Mawardi termasuk di antara nama yang masuk bursa calon bupati yang santer diunggulkan oleh masyarakat. “Benar ini nama Pak Mawaradi memang santer muncul di masyarakat,” kata Syafii, sambil tersenyum yang disambut tepuk tangan oleh para undangan.

Syafii mengaku dengan karakter yang familiar dan akrab dengan semua lapisan masyarakat, Mawardi sukses menjalankan  tugasnya dengan baik termasuk sukses membantu pemerintah  daerah. Salah satu di antaranya pengamanan pilkades serentak beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Mawardi sendiri mengaku saat menjabat sebagai Dandim Pamekasan mendapatkan banyak pengalaman hidup berharga.  Terutama berkomunikasi dengan masyarakat di pesantren. Menurutnya pengalaman bersosialisasi dengan pesantren dan para kiai tidak akan bisa terlupakan.

“Para kiai ternyata sangat familiar. Komunikatif. Ini yang membuat kami juga merasa banyak pengalaman yang tak terlupakan. Sebagai bekal untuk menghadapi tugas yang lebih luas lagi,” ujar sosok yang murah senyum dan senang olahraga tenis lapangan ini.

Tentang kedekatannya dengan semua elemen masyarakat, Mawardi menegaskan itu bagian dari komitmennya  untuk memiliki banyak teman. “Saya berperinsip dimana saya bertugas di situ saya harus punya banyak teman,” katanya.

Kepada penggantinya, Letkol Inf Nuryanyo, Mawardi  menyarankan untuk segera menjalin komunikasi dengan semua elemen. Dengan banyak memiliki akses komunikasi  dengan masyarakat, akan mempermudah menyelesaikan tugas dan masalah yang dihadapi.

Letkol Inf  Nuryanto berterimakasih atas masukan dari seniornya itu. Bahkan dia bertekad untuk menghubungi Mawardi jika saat bertugas membutuhkan bantuannya. “Pak Mawardi ini senior dan guru saya juga. Jadi tetap akan kami mintai masukan dan bimbingannya,”  katanya. (mas)