Perpusda Pamekasan Dijadikan Salah Satu Living Library Indonesia

GN/Masdawi Dahlan Tim BI diterima Achmad Zaini saat kunjungi Perpusda Pamekasan.

GN/Masdawi Dahlan
Tim BI diterima Achmad Zaini saat kunjungi Perpusda Pamekasan.

PAMEKASAN (Global News)-Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Pamekasan menerima penghargaan bertubi-tubi. Setelah bulan lalu mendapat akreditasi A oleh Badan Standarisasi Perpustakaan Nasional RI, kali ini perpustakaan tersebut terpilih menjadi satu dari tiga perpustakaan di Indonesia yang mendapat predikat perpustakaan model atau Living Library.

Lembaga yang memilihnya pun kaliber internasional, yakni, Bill and Melinda Gate Foundation dan Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI).

Penghargaan dari lembaga bergengsi tersebut karena dinilai memiliki banyak kreativitas yang tidak hanya menjadi sebagai pusat bacaan namun juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat dan program kegiatannya melibatkan masyarakat.

Kepala Perpusda Pamekasan Achmad Zaini MPd mengatakan penetapan sebagai living library disampaikan oleh CCFI dan Bill and Melinda Gate Foundation di Jakarta, Selasa (24/8/2016). Sedangkan dua perpusda lainnya yang terpilih adalah Perpusda Kota Waringin Barat dan Perpusda Lombok Barat.

Zaini mengungkapkan, penghargaan tersebut diberikan karena   kemitraan CCFI-Bill and Melinda Gate Fondation dilakukan sejak 2012  lalu. Saat itu se-Indonesia ada 34 perpustakaan yang terpilih. Pada tahun 2013 segala bentuk kegiatan kemitraan mulai dikembangkan secara serius  hingga sekarang.

Selama beberapa tahun kemitraan berjalan, banyak prestasi tingkat nasional yang diraih Perpusda Pamekasan, di antaranya penghargaan perpustakaan yang paling bergairah dalam pemberdayaan masyarakat, lalu terpilih sebagai perpustakaan paling inovatif tingkat nasional dan lain sebagainya.

“Di tengah kemitraan dan pembinaan itu juga dilakukan penilaian atau evaluasi. Dari 34 perpustakaan itu siapa yang  masih layak untuk tetap jadi mitra selanjutnya. Dari 34 perpustakaan itu hanya tinggal 19 perpustakaan yang masuk. Pamekasan masuk di dalamnya, “ ungkap Zaini.

Dari 19 perpustakaan itu, lanjut Zaini, dilakukan pemilihan 8 perpustakaan yang paling aktif dalam melibatkan masyarakat. “Kami masuk juga di dalamnya. Lalu dari 8 itu dipilih lagi 3 terbaik sebagai perpustakaan model atau living library. “Nah alhamdulilah kita masuk lagi di 3 besar ini,” tandasnya.

Atas prestasi tersebut, kata Zaini, dalam waktu dekat sudah dijadwalkan banyak propinsi atau daerah lain yang akan melakukan studi banding ke Perpusda Pamekasan. Selain itu Perpusda Pamekasan juga diundang untuk sharing ke daerah atau propinsi lain. Propinsi yang pertama meminta untuk didatangi oleh Tim Perpusda Pamekasan adalah Perpusda Provinsi Papua.

Dengan prestasi ini pula Perpusda Pamekasan ditetapkan oleh CCFI dan Bill and Melinda Gate Foundation menjadi rujukan kemitraan. Kini, CCFI dan Bill and Melinda Gate Fondation melakukan kemitraan lagi dengan 100 perpustakaan  di seluruh Indonesia. Perpusda Pamekasan nanti akan menjadi tempat belajar perpustakaan lain.

Terkait dengan prestasi ini juga, Tim dari Bank Indonesia (BI) Jakarta, Kamis (25/8/2016) lalu mengunjungi Perpusda Pamekasan. Mereka melakukan komunikasi awal guna membangun kerjasama kemitraan untuk program kegiatan yang sesuai dengan misi dan program kedua lembaga tersebut. (mas)