Minta Maaf, Risma Bantah Dirinya Pamit Ikut Pilkada Jakarta 2017

GN/Istimewa Walikota Surabaya Tri Rismaharini

GN/Istimewa
Walikota Surabaya Tri Rismaharini

SURABAYA (Global News)–Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengucapkan permintaan maaf yang menurutnya biasa dilakukannya selama ini yang ditujukan kepada semua pihak termasuk semua warga yang ditemui. Namun pernyataan tersebut rupanya dikait-kaitkan dengan maraknya penyebutan nama Risma sebagai calon gubernur DKI Jakarta dalam Pilkada 2017.

Risma mengucapkan permintaan maaf yang dilontarkan saat menghadiri peluncuran Kampung KB di RW XII Sidotopo Jaya, Semampir, Kamis (4/8/2016) pagi.

Permintaan maaf itu dipersepsi sebagai tanda berpamitan. Namun Risma membantah kalau dirinya pamit. “Saya tidak pernah pamit,” kata Risma, Jumat (5/8/2016)

Risma, Jumat (5/8/2016), menegaskan dirinya akan terus menyelesaikan tugasnya sebagai walikota Surabaya hingga masa jabatannya berakhir. “Saya jangan ditarik-tarik ke pemilihan Gubernur Jakarta karena justru membuat suasana semakin gaduh,” ujar Risma.

Risma menjelaskan maksudnya meminta maaf di depan warga. Menurut penjelasan Risma, pernyataan itu dalam konteks memasuki hari-hari terakhir pada bulan Syawal.

“Meminta maaf kepada siapa saja, termasuk hadirin di satu acara, pasti saya lakukan. Sebagai pemimpin pasti ada kekurangan sehingga wajar minta maaf. Terlebih lagi hari ini adalah hari terakhir bulan Syawal. Minta maaf, kok, dibilang pamit. Bisa marah warga Surabaya,” ujar Risma.

Menurut Risma, dalam setiap acara yang dihadirinya, warga setempat yang hadir telah menyampaikan permohonan kepadanya agar tidak meninggalkan Surabaya. “Ini adalah hari-hari terakhir, hari-hari penghabisan. Oleh karena itu, saya meminta maaf atas nama pribadi maupun semua pegawai dari kelurahan, kecamatan, sampai SKDP. Mohon maaf bila ada kekhilafan dan kesalahan saya selama ini,” katanya di hadapan para tamu yang hadir.

Sementara itu, di media social Twitter, nama Risma, kini bermunculan perbincangan yang menghendaki Risma agar maju dalam Pilkada DKI Jakarta. Tak mau kalah juga para netizen yang ingin agar Risma tetap memimpin Surabaya sebagai walikota.

Tagar #JakartaMenyambutRisma menjadi nomor satu trending topic Twitter Indonesia hingga Kamis (4/8/2016). Hastag ini mengemuka setelah heboh permintaan maaf Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Per

istiwa ini menuai respons netizen. Di Twitter #JakartaMenyambutRisma menjadi tempat netter menggantungkan harapan agar Risma maju di Pilkada Jakarta menjadi pesaing Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Salah satu suara netter di hastag itu: Karisma jakarta @Karisma_Jakarta: Menjadi indah tanpa harus membuat warga menangis, JakartaCERIA #JakartaMenyambutRisma.

Bang iful #KEJORA @abangifoel: wis ra sah mencla mencle, saiki #JakartaMenyambutRisma.

Fenty Fee @fee_lyy14: Ibu Risma punya kualitas yg sangat baik dan mumpuni untuk memimpin DKI #JakartaMenyambutRisma

Sementara itu dalam tagar #SaveRisma, banyak netizen yang menyatakan tak rela bila Risma maju Pilgub DKI Jakarta. Iskandar S.sos,med. @iskndarzul: Lapor! Jgn paksa Risma! #SaveRisma.

Yohannes Albertus @yohanesalbertus: Masak gag ada sih kader parpol berkualitas di jkt buat bertarung lawan pak Ahok…ngapain ganggu2 Surabaya.. Pengkaderan sono!! #saverisma.

Afif Maulana @afif__maulana: Misuhe wong Suroboyo bedo karo misuhe wong Jakarta, cocok ng kne drung tntu cocok ng kutho liyo #SaveRisma.

yusuf @yusufindraa: Jakarta kok egois ya, pemimpin di daerah lain pada mau diambilin buat mimpin mereka, emang Indonesia cuman Jakarta ? #SaveRisma.

Sejumlah survey juga sudah menyebut nama Risma sebagai calon terkuat pesaing calon petahana Basuki Tjahja Purnama atau Ahok. Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia (UI), mengakui nama Risma bersaing dengan Ahok. Dari segi kapabilitas, Risma membuntuti Ahok dengan menempati posisi kedua. Ahok mendapat skor 7,87, Risma di angka 7,77 dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil 7,74.

Kapabilitas terdiri dari beberapa nilai, yakni visioner, intelektualitas, governability, kemampuan politik, komunikasi politik, dan leadership. Dari sisi karakter personalitas, Risma unggul di atas Ahok. Ada dua penilaian karakter personalitas, yakni integritas moral dan temperamen. Dari sisi integritas moral, Risma mendapat skor 8,3, sedangkan Ahok di posisi kedua dengan skor 7,9. Kemudian dari sisi temperamen, Risma unggul jauh dengan mendapat skor 7,1 dan Ahok mendapat skor 5,6.

Ketua Lab Psikologi Politik UI, Hamdi Muluk mengungkapkan, Risma dan Ridwan Kamil menjadi pesaing berat Ahok bila ikut maju dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.(trb/faz)