Karnaval dan Pawai Pembangunan Steril dari Atribut PKI

GN/Masdawi Dahlan Bupati Achmad Syafii melepas balon tanda pelepasan karnaval, didampingi Dandim 0826 Letkol A Mawardi.

GN/Masdawi Dahlan
Bupati Achmad Syafii melepas balon tanda pelepasan karnaval, didampingi Dandim 0826 Letkol A Mawardi.

PAMEKASAN (Global News)-Pelaksanaan karnaval dan pawai pembangunan Pemkab Pamekasan dalam rangka perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-71 tahun ini yang digelar Rabu (10/8/2016) benar benar steril dan tidak ada atribut Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagaimana pernah muncul dan menjadi perdebatan pubik pada acara serupa tahun lalu.

Atribut atribut yang ditampilkan oleh peserta karnaval adalah atribut umum yang biasa dimunculkan dalam tiap event karnaval dan pawai pembangunan yang mengambarkan tentang dinamika kehidupan bangsa Indonesia. Dan juga berisi berbagai potensi budaya dan kreativitas lokal Pamekasan.

Karnawal dan pawai pembangunan di Pamekasan dibuka secara resmi  oleh Bupati Pamekasan Achmad Syafii ditandai dengan pelepasan balon ke udara, di Jalan Raya Jokotole depan Kantor Wakil Bupati Pamekasan. Dalam pelepasan ini bupati didampingi oleh anggota Forpimda, dan pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Pamekasan.

Sebelumnya, Bupati Pamekasan Achmad Syafii memang telah meminta pada panitia dan peserta agar tidak membawa atribut PKI pada pelaksanaan karnaval menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini. Dia tidak ingin direpotkan dengan hal-hal yang pernah terjadi pada tahun lalu. Cukuplah kejadian itu, kata dia, menjadi pelajaran yang berharga.

“Kami sudah imbau agar pelaksanaan karnaval tahun ini bersih dari lambang PKI. Kalaupun terpaksa masih menampilkan atribut tersebut, agar diberi tanda penolakan atas partai terlarang tersebut. Misalnya diberi silang atau tanda lain. Ya kalaupun masih mau menampilkan kekejaman PKI maka panitia segera mengantisipasi, dengan diberi silang. Biar tidak terulang seperti tahun kemarin,” katanya, Minggu (7/8/2016).

Pada pelaksanaan karnaval di Pamekasan tahun 2015 lalu memang ada beberapa peserta menampilkan atribut dan tokoh PKI. Hal tersebut bukanlah bentuk kesengajaan dan keteledoran melainkan bentuk ketidaktahuan dari masing-masing peserta. Karena itu Syafii saat itu berjanji akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan karnaval HUT RI ke 70 untuk kepentingan tahun berikutnya.

Saat memberikan sambutan dalam pelepasan peserta karnaval dan pawai pembangunan, Syafii tidak banyak memberikan pesan, namun dia menekankan agar karnaval dan pawai pembangunan itu harus dijadikan pelajaran tentang perlunya kesyukuran atas kemerdekaan yang diberikan Allah SWT atas Bangsa Indonesia.

Sementara itu, Kepala Disporabud Ir Mohammad MM sebagai Ketua Panitia HUT Kemerdekaan RI Pemkab Pamekasan tahun 2016 mengungkapkan bahwa karnaval dan pawai pembangunan tahun ini diikuti oleh 38 peserta  yang berasal dari kalangan siswa mulai tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK, juga dari SKPD di lingkungan pemkab. (mas)