Good Bye Rio 2016, Welcome Tokyo 2020

GN/Istimewa Kemeriahan suaana penutupan Olimpiade Rio De Janeiro 2016, Minggu malam (21/8/2016) waktu setempat.

GN/Istimewa
Kemeriahan suaana penutupan Olimpiade Rio De Janeiro 2016, Minggu malam (21/8/2016) waktu setempat.

RIO DE JANEIRO (Global News)-Pesta semarak dengan aneka pertunjukan musik dan tari, serta kostum warna-warni di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Senin (22/8/2016) pagi WIB menandai berakhirnya Olimpiade ke-31 di kota paling populer di Brazil tersebut.

Setelah 17 hari berkompetisi, bersaing dan mengerahkan segala kekuatan untuk  memperebutkan medali, para atlet dari berbagai negara peserta pun larut dalam suasana kegembiraan dan persahabatan pada acara penutupan pesta olahraga sejagat itu.

Para atlet yang memasuki stadion Maracana tanpa disekat-sekat berdasarkan asal negara, malam tadi waktu setempat saling berbaur serta ikut menyanyi dan menari, termasuk saat munculnya penari-penari khas Festival Rio de Janeiro dengan kostum warna-warni di penghujung acara penutupan.

Super model Brazil, Izabel Goulard yang muncul dengan kostum gemerlap parade Festival Rio, menjadi pusat perhatian di Stadion Maracana tersebut.

Hujan rintik-rintik dan angin kencang yang malam itu melanda kota Rio de Janeiro, tidak mempengaruhi kemeriahan suasana pesta.

Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach secara resmi menyatakan Olimpiade ke-31 di Rio de Janeiro ditutup, dan api Olimpiade 2016 pun perlahan padam dari kalderon di Stadion Maracana.

Bach mengucapkan terima kasih kepada kota Rio de Janeiro, pemerintah Brazil, panitia, para sukarelawan, dan juga para atlet atas kompetisi yang bagus dan penuh persahabatan.

“Ini Olimpiade yang menakjubkan, di kota yang menakjubkan,” ujar  Thomas Bach dalam sambutannya.

Sebelumnya dalam acara penutupan itu Waikota Rio de Janeiro Eduardo Paes menyerahkan bendera Gerakan Olimpiade kepada Gubernur Tokyo, Yoriko Koike. Ibu Kota Jepang itu akan menjadi tuan rumah Olimpiade ke-32 tahun 2020.

Jepang pun mendapat sesi khusus, melalui pergelaran singkat,  untuk menunjukkan kesiapannya menggelar Olimpiade yang spektakuler empat tahun mendatang.

Berbagai karakter populer asal Jepang pun ditayangkan, seperti Doraemon, Kapten Tsubasa dan Super Mario yang siap mendukung kesiapan Tokyo 2020.

Bahkan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe tiba-tiba muncul di tengah arena di akhir pertunjukan bernuansa Jepang itu, sebagai simbol dukungan untuk menyukseskan Olimpiade di Negeri Sakura tersebut.

Olimpiade Rio de Janeiro berlangsung sejak 5 Agustus lalu itu diikuti lebih dari 10 ribu atlet dari 205 negara anggota IOC. Amerika Serikat kembali menjadi juara umum pada Olimpiade ke-31 ini. Pada acara penutupan tersebut, cabang marathon putra mendapat kehormatan berupa pengalungan medali terakhir Olimpade ke-31 oleh Thomas Bach. Atlet Kenya Eliud Kipchoge meraih medali emas marathon putra, perak untuk atlet Ethiophia Feyisa Lilesa, sedangkan perunggu didapat oleh Gallen Rupp dari AS.(ant/faz)