DPRD Kota Probolinggo Studi Pengelolaan Perpusda Pamekasan

GN/Masdawi Dahlan Ketua DPRD Kota Probolinggo Rudiyanto (kiri) menerima cendramata dari Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Apik SPdI

GN/Masdawi Dahlan
Ketua DPRD Kota Probolinggo Rudiyanto (kiri) menerima cendramata dari Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Apik SPdI

PAMEKASAN (Global News)-Komisi I DPRD Kota Probolinggo, Kamis (11/8/2016) melakukan studi banding ke DPRD Pamekasan. Kedatangan mereka untuk belajar manajemen pengelolaan perpustakaan daerah (perpusda) di Pamekasan.

Rombongan diterima Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Apik S.PdI. bersama sejumlah anggota komisi di ruang sidang utama DPRD Pamekasan.

Tamu dari Kota Probolinggo dipimpin sendiri Ketua DPRD Kota Probolinggo Agus Rudiyanto Ghafur. Ikut dihadirkan dalam kesempatan tersebut Kepala Perpustakaan Daerah Pamekasan Drs Achmad Zaini MPd yang didampingi oleh sejumlah stafnya.

Rudiyanto mengatakan studi banding yang dilakukannya merupakan program yang direncanakan untuk peningkatan kapasitas kelembagaan secara umum dalam mengelola perpustakaan. Dipilihnya Pamekasan sebagai tujuan karena sekalipun daerah kecil Pamekasan memiliki prestasi yang bagus dalam pengelolaan perpustakaan.

“Perpustakaan Pamekasan masuk empat terbaik Jatim dan telah mendapat akreditasi A dari Badan Akreditasi Perpustakaan Nasional RI. Ini luar biasa. Karena itu kami pilih Pamekasan ini untuk tujuan kami belajar pengeloaan kepustakaan,” tuturnya.

Dia mengaku pihak pengelola perpusda Pamekasan telah mengungkapkan berbagai kiat sehingga bisa maju dan dapat apresiasi positif di tingkat nasional. Dia berharap dengan studi banding tersebut, nanti akan bisa diterapkan di daerahnya.

Yang penting juga, tambah Rudi, soal kepedulian Bupati atau Pemkab Pamekasan dalam pengelolaan perpusda. Di antaranya rencana pengembangan Perpusda Pamekasan menjadi perpustakaan berskala nasional dengan membangun gedung lantai lima di atas lahan 8000 m2.

“Perpustakaan daerah Pamekasan ini dalam pengelolaannya tidak terlalu banyak membebani anggaran daerah. Banyak bekerjasama dengan pihak swasta dan mendatangkan pakar perpustakaan sehingga membuat semuanya bisa maju,” terangnya.

Kepala Kantor Perpustakaan Pamekasan Achmad Zaini mengaku senang terpilih menjadi tempat studi banding. Ini terkait dengan perlunya kesamaan visi di Jatim dalam pengembangan perpustakaan daerah.“Kami senang jadi tujuan, berbagi ilmu, lebih senang lagi jika ilmu yang kami berikan dapat diterapkan,” katanya.

Kepada para tamunya, Zaini menyampaikan perlunya perubahan dalam memaknai perpustakaan. Perpustakaan tidak lagi hanya dijadikan sebagai pusat buku tapi juga sebagai pusat pemberdayaan, baik bidang ekonomi dan aspek lainnya.(mas)