Dilempar Paving, Ustadz Pengajar di Pesantren Gus Nizam Meninggal

GN/Istimewa Tragedi pelemparan yang merenggut korban jiwa terjadi di Jalan Raya Sarirogo yang berada di wilayah Kecamatan Kota Sidoarjo.

GN/Istimewa
Tragedi pelemparan yang merenggut korban jiwa terjadi di Jalan Raya Sarirogo yang berada di wilayah Kecamatan Kota Sidoarjo. Tampak suasana Jalan Raya Sarirogo.

SIDOARJO (Global News)-Tragis. Begitulah nasib yang dialami KH M. Mustofa. Salah satu pengajar di Ponpes Ahlus Shofa Wal Wafa pimpinan KH Moh Nizam, pelantun ‘syiir tanpa waton’ yang suaranya mirip almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu, meninggal dunia setelah mobilnya dilempar paving di Jl Raya Sarirogo, Kecmatan Sidoarjo.

KH Abdul Wahab, sahabat almarhum mewakili keluarga berharap supaya aparat kepolisian mengusut kejadian tersebut. “Aparat kepolisian harus mengungkap pelaku kejahatan ini,” pintanya.

Sekadar diketahui, almarhum mengemudikan Toyota Avanza hendak belanja buah ke Pasar Baru Porong. Pada saat, melintas di Jl Raya Sarirogo, Kecamatan Sidoarjo, Rabu (3/8/2016) jelang pagi, seseorang tak dikenal melemparkan paving dan kena bagian kaca mobil hingga pecah.

Akibat lemparan yang mengenai kaca persis depan kemudi itu, tembus mengenai kepala korban. Saat itu pula, korban tak kuasa mengendalikan kemudi hingga oleng dan menabrak penerangan jalan umum.

KH M. Mustofa, warga Dusun Prumpon, RT 06 RW 02, Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, sempat dirawat di RSUD Sidoarjo hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Ditanya soal kemungkinan pelaku, KH Abdul Wahab mengatakan, KH M. Mustofa selama ini dikenal baik dalam bermasyarakat maupun saat menjadi guru di pondok pesantren. “Saya tahu betul beliau tidak punya musuh atau lawan yang tidak suka sama dia,” terang Abdul Wahab.

Bukan hanya KH. M. Mustofa, warga Candi Sidoarjo, Zainul Arifin juga mengalami hal serupa.

Saat melintas di Jalan Raya Sarirogo pukul 01.30 WIB, kaca mobil bagian depan milik Zainul Arifindilempar batu paving hingga mengalami keruskan parah. Menurut Zainul, pelaku pelemparan diketahui tiga pengendara motor dari arah sebaliknya. Batu paving tersebut menembus kaca depan mobilnya dan masuk ke kursi belakang.

“Waktu itu kecepatan saya sekitar 60 km/jam dari arah Sepanjang menuju arah Candi. Dari arah sebaliknya, ada pengendara motor mendadak melempar batu paving berukuran 10X20 cm. Saya tidak melihat pelaku karena saya fokus mengemudi, namun kemungkinan ada tiga pengendara motor yang menjadi pelaku pelemparan,” kata Zainul.

Akibat kejadian, anak Zainul, mengalami luka gores di tangannya dan sempat mengeluarkan darah.

“Saya sudah sering melewati daerah sana, baru kali ini mengalami kejadian seperti ini. Saya sering pulang malam karena kirim barang ke beberapa kawasan,” kata Zainul.

Sementara itu, Kapolsek Sidoarjo Kota Kompol Naufil Hartono mengatakan, pelakunya menggunakan sepeda motor, namun belum diketahui identitasnya.

Naufil mengatakan, kejadian pelemparan berlangsung pukul 01.30 WIB. Semua korban tidak mengetahui ciri-ciri pelaku maupun jenis kendaraan yang digunakan.

Selain itu, menurut Naufil, selama ini baru sekali ini saja kejadian pelemparan batu saat mobil melintas oleh pengendara sepeda motor.

Ini berdasarkan laporan yang masuk ke Polsek Sidoarjo Kota. “Kami belum mengetahui modus serta motif pelaku melakukan pelemparan batu tersebut, saat ini kami masih mempelajari kasus itu,” ujarnya. (bjt/ssn/zis)