25 Jamaah Haji Meninggal Hingga Hari ke-18

MEKKAH (Global News)-Total jamaah haji Indonesia yang meninggal dunia karena sakit di Arab Saudi, baik bandara, Mekkah ataupun Madinah, hingga hari ke-18 keberangkatan berjumlah 25 orang.

GN/Istimewa Jamaah haji Indonesia yang meninggal hingga Jumat (26/8/2016) jumlahnya mencapai 25 orang.

GN/Istimewa
Jamaah haji Indonesia yang meninggal hingga Jumat (26/8/2016) jumlahnya mencapai 25 orang.

Menurut data terbaru dari Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kesehatan per Jumat pukul 08.00 waktu Arab Saudi, tiga jamaah lagi tercatat wafat di Madinah dan Mekkah.

Ketiga jamaah yang meninggal pada Kamis (25/8) tersebut adalah Udju Sumiati binti Marhali (62), Wahono Wilik bin Walijo Kartodimejo (65), dan Siti Fatonah binti Supangat Kasmungin (68).

Udju Sumiati meninggal di masjid di Mekkah pada pukul 02.30 waktu Arab Saudi (WAS). Jamaah asal kelompok terbang (kloter) 38 Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS-38) itu meninggal akibat penyakit kardiovaskular.

Sementara itu Wahono Wilik bin Walijo Kartodimejo (65) meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi Mekkah pada pukul 11.57 waktu Arab Saudi. Pemegang paspor nomor A9370551 yang berasal dari kloter 002 Embarkasi Batam (BTH-002) itu dilaporkan meninggal akibat neoplasma maglina (tumor yang memiliki sifat keganasan yang dapat menyerang dan merusak jaringan di dekatnya serta dapat menyebar atau metastasis ke bagian lain dari tubuh).

Sedangkan Siti Fatonah binti Supangat Kasmungin (68) meninggal dunia di Rumah Sakit Arab Saudi Madinah pada pukul 14.13 waktu Arab Saudi. Pemegang paspor nomor B3922458 asal kloter 28 Embarkasi Surabaya (SUB-28) itu meninggal akibat penyakit kardiovaskular.

Sebelumnya telah dilaporkan 22 jamaah meninggal dunia di Madinah yaitu Senen bin Dono Medjo (79) dari kloter 007 Embarkasi Surabaya, Siti Nurhayati binti Muhammad Saib (68) dari kloter 002 Embarkasi Aceh, Martina binti Sabri Hasan (47) kloter 006 Embarkasi Batam.

Khadijah Nur binti Imam Nurdin (66) kloter 004 Embarkasi Aceh,  Sarjono bin Muhammad (60) kloter 006 Embarkasi Batam, Oom Eli Asik (66) dari kloter 003 Embarkasi Jakarta-Bekasi, dan Dijem Djoyo Kromo usia 53 tahun dari kloter 018 Embarkasi Solo.

Selanjutnya adalah Nazar Bakhtiar bin Batiar yang berusia 82 tahun dari kloter pertama Embarkasi Padang, Juani bin Mubin Ben yang berusia 61 tahun, jamaah dari kloter 006 Embarkasi Aceh, Asma binti Mian yang berusia 78 tahun.

Tasniah binti Duratim Dakem (73) jamaah dari kloter tiga Embarkasi Padang dan Jamaludin bin Badri Kar (58) jamaah dari kloter lima Embarkasi Palembang.

Kemudian Abdullah bin Umar Gamyah (68) dari kloter pertama Embarkasi Aceh, Rubiyah binti Mukiyat Muntari (71) dari kloter 20 Embarkasi Surabaya, Siti Maryam binti Ismail (60) dari kloter pertama Embarkasi Solo.

Muhammad Tahir bin Abdul Razak (68) dari kloter 11 Embarkasi Batam, Minawar bin Kasino Kamujo (76) dari kloter 15 Embarkasi Surabaya dan Din Azhari Nurina bin Sadid (73) dari kloter 5 Embarkasi Padang.

Mohammad Nasir bin Abdul Hamid (64) dari kloter 10 Embarkasi Batam, Noorsi Fatimah binti M Saleh Mardiwiyono (60) dari  kloter 9 Embarkasi Balikpapan, Joko Pramono bin H Ali Pramono (41) dari kloter 26 Embarkasi Surabaya dan Manih binti Siyan Muhammad (71) dari kloter 006 Embarkasi Jakarta Pondok Gede.

Siskohatkes juga mencatat hingga Jumat (26/8) jumlah jamaah yang menjalani rawat inap berjumlah 379 orang terdiri dari 249 di Madinah dan 130 di Mekkah. Sementara jumlah jamaah yang dirujuk sebanyak 643 terdiri dari 453 orang di Madinah, 169 jamaah di Mekkah dan 21 di bandara. (*)

Editor: Slamet Hadi Purnomo