Tiga Tahun Kerja Keras, Pemkot Mojokerto Bawa Pulang Adipura

GN/IST PIALA ADIPURA: Wali Kota Mojokerto, Drs KH Mas’ud Yunus menerima Piala Adipura Kirana dari Wapres Yusuf Kalla di Bengkulu.

GN/IST
PIALA ADIPURA: Wali Kota Mojokerto, Drs KH Mas’ud Yunus menerima Piala Adipura Kirana dari Wapres Yusuf Kalla di Bengkulu.

MOJOKERTO KOTA (Global News)–Kerja keras Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto selama tiga tahun, untuk mengembalikan Piala Adipura ke Kota Mojokerto akhirnya membuahkan hasil. Penghargaan tertinggi dibidang kebersihan dan lingkungan hidup ini merupakan, jerih payah semua lapisan masyarakat di Kota Mojokerto.

“Ini titik awal bagi masyarakat dan aparatur di Kota Mojokerto untuk terus berbenah agar Kota Mojokerto di tahun mendatang semakin bersih dan sehat, sehingga Piala Adipura bisa tetap berada di Kota Mojokerto,” kata Wali Kota Mojokerto Drs KH Mas’ud Yunus.

Untuk mempertahankannya, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat dan aparatur Pemerintah Kota Mojokerto, untuk selalu menjaga kebersihan serta ikut serta mengelola lingkungan perkotaan menjadi bersih, sehat dan nyaman. Pasalnya, Piala Adipura Kirana ini, kata Wali Kota, akan diberikan kepada kabupaten/kota yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui trade, tourism, and investment berbasis pengelolaan lingkungan hidup (attractive city).

Wali Kota yang akrab disapa Abah Mas’ud ini menegaskan, penghargaan tersebut tidak akan diperoleh Pemkot Mojokerto tanpa adanya dorongan dari masyarakat. Ini juga berkat kerja keras SKPD terkait yang telah berupaya untuk berbenah, mempercantik dan memperindah Kota Mojokerto.

“Dukungan masyarakat sangat besar sehingga Pemkot Mojokerto bisa kembali meraih Adipura. Tanpa adanya dukungan dari masyarakat dengan selalu melakukan penghijauan di lingkungannya, menjaga kebersihan, menjaga fasilitas umum, penghargaan bergengsi tersebut tidak mungkin dapat diraih. Saya mengucap syukur, terima kasih dan apresiasi tinggi kepada seluruh masyarakat Kota Mojokerto atas diraihnya penghargaan Adipura Kirana ini. Tentunya partisipasi masyarakat juga diharap terus ditingkatkan. Gotong royong masyarakat dalam menghijaukan dan melestarikan lingkungan harus terus diupayakan,” harapnya.

Kerja keras Pemkot bersama masyarakat Kota Mojokerto menggalakkan kebersihan kota tidak hanya berhenti sampai disini. Abah Mas’ud akan mengedepankan program yang berhubungan dengan lingkungan hidup. Seperti program pembenahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, operasional bank sampah, sampai pengelolaan taman hijau terbuka dan pemberdayaan masyarakat bidang lingkungan hidup.

“Peran masyarakat lewat aktivasi bank sampah akan terus ditambah, karena dengan bank sampah dipercaya akan mereduksi jumlah produksi sampah di Kota Mojokerto. Dengan optimalisasi bank sampah juga dapat dibuat produksi daur ulang sampah,” tuturnya.

Hal ini, lanjut Wali Kota, selain dapat mengurangi jumlah sampah di kota, juga dapat menambah pendapatan masyarakat sehingga perekonomian warga juga dapat meningkat. Seperti bio gas atau gas metan, listrik dll. “Dengan mengolah sampah yang benar, maka hasilnya bisa dinikmati warga. Sekaligus bisa diolah menjadi energi alternatif yang bisa meringankan beban ekonomi warga,” ujarnya.

Agar semua masyarakat di Kota Mojokerto mengetahui Piala Adipura Kirana, Pemkot akan mengarak piala bergengsi itu keliling Kota Mojokerto. Sekitar 217 pasukan kuning dan kesenian reog ikut mengiringi kirab keliling kota Mojokerto tersebut.

Start kirab keliling piala adipura ini dimulai dari kantor Pemkot Mojokerto di Jalan Gajah Mada dengan menyusuri Jalan Pahlawan, Raden Wijaya, Brawijaya, Hayam Wuruk, Jalan Letkol Sumarjo, Jalan A Yani, Jalan Majapahit, Jalan Bhayangkara, PB Sudirman, HOS Cokroaminoto, Jalan Gajah Mada dan kembali ke kantor Pemkot Mojokerto.

Piala ini dikirap untuk menunjukkan kebanggaan kepada warga Kota Mojokerto atas diraihnya Adipura ini, dan juga memotivasi masyarakat agar lebih semangat. Setelah dikirab, Piala Adipura Kirana diserahkan kepada wali kota pada apel di halaman kantor Pemkot Mojokerto.

“Penghargaan ini bukan hanya untuk pemerintah, tapi juga untuk seluruh masyarakat Kota Mojokerto. Karena wargalah yang menentukan kotanya menjadi ramah lingkungan seperti ini,” ujarnya.

Piala Adipura Kirana ini, lanjut Mas’ud juga tak lepas dari kerja keras para petugas kebersihan. Dia berjanji akan meningkatkan kesejahteraan 217 pasukan kuning di Kota Mojokerto.
“Reward akan berikan secepatnya. Kami masih berpikir apa yang layak dan patut diberikan ke teman-teman pasukan kuning,” katanya.

Wali Kota berharap, masyarakat maupun pegawai dan pejabat SKPD tidak cepat puas diri. Pasalnya, masih ada beberapa hal masih perlu ditingkatkan. Antara lain terkait persoalan pengelolaan sampah, penghijauan, dan merubah seluruh masyarakat agar peduli terhadap lingkungan. “Maindset masyarakat dari yang kurang peduli lingkungan harus diubah menjadi peduli lingkungan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Wakil Presiden RI, Yusuf Kalla memberikan penghargaan Adipura Kirana kepada Walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus dalam puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia 2016 di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Jumat (22/7/2016).

Drs Sumantri MSi tokoh warga Wates Kota Mojokerto berharap, piala Adipura bisa terus dipertahankan. Ia juga berharap agar Pemkot memperbanyak TPS (tempat pembuangan sampah) untuk menanggulangi sampah secara intensif. “Semakin sering sampah dibersihkan justru semakin bagus. Karena, lingkungan semakin bersih dan sehat,” katanya.

Tidak itu saja, Pemkot juga harus bisa mengintensifkan kembali memanfaatan lahan tidur untuk penghijauan. Semakin banyak lahan hijau yang bersih dan sehat menjadikan Kota Mojokerto semakin baik.

“Saya salut dengan Wali Kota Abah Ud yang sering blusukan ke kampung-kampung untuk turba dalam memantau lingkungan. Semakin sering pejabat turba, akan membuat magnet bagi warga untuk membersihkan lingkungannya masing masing semakin besar,” katanya.

Dra Hj Anik Sulisowati MSi Pemerhati Anak Mojokerto berharap, Wali Kota memperbanyak arena bermain keluarga secara terbuka secara merata di wilayah Kota Mojokerto. Baik di Kota Mojokerto bagian barat timur dan tengah. Kawasan Surodinawan perlu diperbanyak kawasan taman keluarga. Karena, di wilayah ini masih banyak lahan kosong yang belum dimanfaatkan oleh pemiliknya, sehingga lahan itu terlihat kumuh karena banyak tumbuh ilalang.

“Semakin banyak kawasan terbuka hijau untuk rekreasi keluarga semakin gratis akan semakin baik dan bernilai positif. Karena, warga dapat menyenangkan anaknya bermain ditaman secara gratis. Juga menumbuhkan jalinan sosialisasi antar anak dan keluarga yang bebeda. Kondisi ini membantu anak memiliki keberanian bersosialisasi dengan orang lain. Anak menjadi pemberani, dan mandiri,” katanya.

Selain itu, Pemkot Mojokerto juga menggelakkan reboisasi ditepian jalan raya dan kampung. Sehingga, kawasan pelosok kampung semakin asri. “Semakin banyak pepohonan tingkat polusi di wilayah Kota Mojokerto semakin kecil, dan itu akan disukai orang. Saya optimistis, semakin Kota ini indah, asri dan udaranya semakin bersih akan banyak warga dari luar Kota ini betah tinggal lama di Kota Mojokerto. Banyak warga luar kota berlibur di Kota Mojokerto,” harapnya. * bas,adv