Persaingan Kian Ketat, Penjualan Semen Indonesia Semester I Meningkat

GN/Istimewa Dirut PT. Semen Indonesia, Rizkan Chandra saat bersama jajaran manajemen PT. Semen Indonesia berbaur dengan karyawan dalam halal bihalal yang diselenggarakan perusahaan.

GN/Istimewa
Dirut PT. Semen Indonesia, Rizkan Chandra saat bersama jajaran manajemen PT. Semen Indonesia berbaur dengan karyawan dalam halal bihalal yang diselenggarakan perusahaan.

GRESIK (Global News)-Di tengah persaingan industri semen yang kian ketat, penjualan Semen Indonesia Semester I (Januari – Juni 2016) justru mengalami peningkatan. Penjualan dalam negeri mencapai 12.184 juta ton meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 11.989 juta ton.

Direktur Utama (Dirut) Semen Indonesia Rizkan Chandra mengatakan, persaingan industri semen nasional kian ketat. Melimpahnya pasokan memaksa para pelaku industri semen melakukan strategi guna memenangkan persaingan.

“Untuk memenangkan persaingan di era yang semakin ketat, Semen Indonesia melakukan efisiensi baik di sisi produksi atau penjualan. Selain itu perusahaan juga memperluas layanan dan memperbanyak produk turunan”, ujar Rizkan Chandra saat Halal bihalal dengan komisaris, direksi dan karyawan di Wisma A Yani Gresik, kemarin.

Sebagaimana diungkapkan Rizkan, untuk penjualan ke luar negeri sepanjang semester I, pihaknya sudah mengekspor 189 ribu ton sepanjang semester pertama.

Lebih lanjut Rizkan Chandra menjelaskan cakupan produk Semen Indonesia Group diperluas tidak hanya ke pelosok Indonesia namun ke kawasan regional yang menjadi konsentrasi penjualan peruahaan.Tidak hanya mengekspor semen, Saat ini perusahaan sedang intens melakukan proses akuisisi perusahan semen di luar negeri yang diharapkan rampung pada akhir tahun.

“Menghadapi persaingan industri semen yang diprediksi semakin ketat ke depan, Semen Indonesia saat ini berkonsentrasi menyelesaikan 2 pabrik baru dengan kapasitas masing-masing 3 juta ton pertahun yaitu di Rembang Jawa Tengah dan Indarung VI di Padang Sumatera Barat. Saat ini proyek pabrik Rembang memasuki progres 94% sedangkan pabrik Indarung VI memasuki progres pembangunan 93%.

Proyek pabrik Rembang saat ini memasuki tahap akhir dengan beberapa pengerjaan yang memasuki proses penyelesaian seperti pre-heater, kiln dan belt conveyor dari area tambang ke pabrik. Pabrik Indarung VI pun demikian,” jelas  Rizkan Chandra

Rizkan Chandra menambahkan kedua pabrik ini diharapkan dapat beroperasi pada akhir tahun ini. Dengan selesainya dua pabrik baru tersebut akan menambah kapasitas produksi perseroan menjadi 37 juta ton pertahun, dari kapasitas saat ini 31 juta ton pertahun, Semen Indonesia juga tengah memulai pembangunan pabrik baru di Aceh melalui anak usahanya Semen Indonesia Aceh.

“Selain beberapa strategi di atas, Semen Indonesia diuntungkan dengan tingginya kepercayaan masyarakat atas brand produk yang dimiliki anak usaha perseroan yakni Semen Gresik, Semen Tonasa dan Semen Padang yang telah melekat di hati masyarkat. Ke depan kami akan terus berusaha memperkuat brand image perusahaan tersebut.

Semen Indonesia merupakan perusahaan semen paling berkualitas, paling green (ramah lingkungan), paling Indonesia. paling berkualitas karena produk Semen Indonesia  (kualitasnya) di atas SNI bahkan jauh melampaui standar AS dan Inggris. Paling green lantaran  komitmen perusahaan terhadap  pengelolahan lingkungan tidak perlu diragukan lagi. Juga paling Indonesia lantaran pabrik Semen Indonesia menggunakan SDM Indonesia,” pungkas Rizkan Chandra.(fan)