Air Mancur Menari Dinyalakan Hanya Sabtu Malam

GN/Istimewa Air mancur menari berhias pendaran lampu warna warni yang melengkapi Jembatan Suroboyo hanya dinyalakan saat malam minggu dan hanya selama satu jam saja.

GN/Istimewa
Air mancur menari berhias pendaran lampu warna warni yang melengkapi Jembatan Suroboyo hanya dinyalakan saat malam minggu dan hanya selama satu jam saja.

SURABAYA (Global News)-Meski telah diresmikan bersama dibukanya jembatan Suroboyo, air mancur menari yang ada di sekitar jembatan tersebt tidak bisa dinikmati setiap hari. Air mancur yang kini digadang-gadang menjadi obyek wisata andalan Surabaya, hanya dinyalakan satu pekan sekali, yakni pada Sabtu malam.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, atraksi air mancur menari akan dimulai tepat pukul 20.00 WIB dan dinyalakan selama satu jam saja. “Setiap Sabtu malam Minggu akan menari dan dinyalakan untuk umum,” ujar walikota akrab disapa Risma, Selasa (12/7/2016).

“Kita umumkan setiap jam 8 malam. Kenapa malam, ini agar warga dari luar daerah bisa menginap di Surabaya sehingga kunjungan wisatawan meningkat,” kata walikota dua periode ini.

Meski biaya perawatan dan pengoperasian cukup tinggi, namun Risma memastikan jika jembatan Suroboyo beserta atraksi air mancur menari tetap bisa dinikmati secara gratis. Guna mengantisipasi membludaknya pengunjung, Risma juga telah berkoordinasi dengan aparat termasuk juga mengerahkan Satpol PP dan Linmas.

Menanggapi hal ini, Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Surabaya, Ir Jamhadi berpendapat jika sebaiknya operasional air mancur menari bisa dilakukan setiap hari, karena akan sangat indah sekaligus menarik bagi wisatawan. “Apalagi air mancur itu juga dibarengi dengan acara tematik pentas,” ucapnya.

Menurutnya, terkait dengan kendala biaya operasional yang begitu besar, ada beberapa ide untuk bisa digunakan untuk menutupi, agar lampu jembatan dan air mancur menari bisa tetap dipertontonkan setiap malam. “Pertama, kita pakai energi surya yang memungkinkan untuk membantu daya listrik dan energi untuk menyalakan air mancur, kedua, income base dari event, ketiga, perolehan peningkatan sektor pajak, karena keberadaan ikon baru itu akan berimbas kepada pengusaha sekitar, utamanya pengembang,” tegas tim ahli Kadin Jatim ini.

Tidak hanya itu, Jamhadi juga menambahkan, untuk menopang biaya operasional, pemkot juga bisa membuat sarana untuk penjualan merchandise dan pusat oleh-oleh berkarakter khas Jembatan Suroboyo. “Jika keberadaan lampu dan air mancur menari bisa hidup setiap hari, maka sekaligus bisa menguji sistemnya, karena massa pemeliharaan kontraktor hanya satu tahun, kalau tidak dioperasikan setiap hari sangat disayangkan, karena jika terjadi kerusakan pasca massa pemeliharaan akan dibebankan ke siapa anggarannya, apa akan pakai dana APBD lagi?,” tandas CEO PT Tata Bumi Raya Grup ini.

Penemu dan pemegang hak paten sistem konstruksi beton pracetak ini berpendapat untuk operasional uji coba lampu dan air mancur menari itu seharusnya masih menjadi tanggung jawab kontraktor, sampai benar-benar diterima (serah terima pekerjaan),

“Itu sesuai ketentuan dalam kontrak, jika perlu, hasil listrik dari LPA Benowo juga bisa disubsidikan ke jembatan Suroboyo,” pungkas pendiri Surabaya Creative City Forum (SCCF) ini.pur