Unggulan Tumbang, Pemain Muda Tampil Mengejutkan

GN/Istimewa Pemain tunggal Indonesia Ihsan Maulana Mustofa sujud syukur usai tampil mengejutkan dengan mengalahkan pemain unggulan China.

GN/Istimewa
Pemain tunggal Indonesia Ihsan Maulana Mustofa sujud syukur usai tampil mengejutkan dengan mengalahkan pemain unggulan China.

JAKARTA (Global News)-Para pemain unggulan bulutangkis Indonesia bertumbangan dalam putaran kedua BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016, Jumat (3/6/2016). Yang tidak kalah mengejutkan, justru gemilangnya penampilan para pemain muda Indonesia.

Indonesia tidak meloloskan satu wakil pun pada sektor ganda putra. Ini setelah pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan kalah dari ganda asal Denmark Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding lewat skor rubber set 21-19, 13-21 dan 18-21.

Kekalahan pasangan itu cukup mengejutkan. Hal ini karena dalam enam pertemuan, Ahsan/Hendra menorehkan empat kemenangan.

Tak hanya ganda putra, ganda campuran unggulan Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir juga ikut tumbang. Mereka dipermalukan pasangan baru asal Denmark, Kim Astrup/Line Kjaersfeldt langsung straight set 19-21, 17-21. Kekalahan telak itu menambah rekor kegagalan Tontowi/Liliyana di Istora Senayan. Ambisi mereka untuk menjadi juara Indonesia Open sudah kandas di awal turnamen. “Kami bermain tidak baik kali ini, mereka baru main jadi tidak ada beban, bahkan bola gampang kami mati sendiri. Banyak kesalahan kami sendiri,” ujar Liliyana.

Dari sektor ganda putri juga kurang menggembirakan. Ganda putri yang menjadi andalan, Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii langsung gugur. Mereka disingkirkan oleh pasangan non unggulan asal Malaysia Hoo Vivian Kah Mun/Woon Khe Wei dengan skor 17-21 19-21.

Padahal ketiga pasangan tersebut merupakan wakil Indonesia yang nantinya akan bertarung di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Kekalahan mereka di babak awal atas lawan yang bukan unggulan itu tentu saja menjadi peringatan bagi tim Indonesia menjelang pertandingan akbar empat tahunan tersebut.

Sebaliknya para pemain muda Indonesia justru tampil mengejutkan. Tunggal putra Jonathan Christie memberikan angin segar di Istora Senayan setelah berhasil menaklukkan peringkat tiga dunia asal China Lin Dan. Di hadapan ribuan penonton yang memenuhi Istora Senayan, Jonathan hanya membutuhkan waktu 36 menit untuk menaklukkan sang Super Dan, julukan bagi pemegang dua gelar juara Olimpiade (2008, 2012) itu.

Seolah tidak mau kalah, Ihsan juga tampil meyakinkan. Ia mengalahkan pemain asal China Huang Yuxiang langsung dua game 21-18, 21-15. Penampilan Jonathan dan Ihsan pun menuai pujian pemain negara lain. Pemain asal Malaysia Lee Chong Wei menyebut keduanya sebagai pemain masa depan Indonesia. “Mereka adalah bibit yang nantinya akan menjadi pemain masa depan Indonesia,” kata Chong Wei usai bertanding melawan pemain Hong Kong, Ng Ka Long Angus.

Di sektor ganda putri, pasangan Tiara Rosalia Nuraidah/Rizki Amelia Pradipta juga memberi kejutan dengan mengalahkan juara Olimpiade 2012 Tian Qing/Zhao Yunlei yang juga merupakan pasangan peringkat empat dunia.

Tiara/Rizki merupakan pasangan yang tidak diunggulkan. Namun, ganda yang menempati peringkat 86 dunia itu mampu menghentikan langkah Zhao/Tian.

Begitu pun dengan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istirani yang berhasil menyingkirkan pasangan Korea Selatan Jung Kyung Eun/Shin Seung Chan. Anggia/Ketut yang berada dibawah level pasangan peringkat enam dunia itu berhasil memenangi pertarungan rubber game dengan skor 21-19 19-21 21-19. “Kami senang banget karena ini pertama kalinya kami menembus delapan besar di turnamen superseries premier,” kata Ketut.

Di nomor ganda campuran, Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika yang tidak diunggulkan tanpa disangka sukses melenggang ke babak perempatfinal setelah mengalahkan pasangan asal Belanda Jacco Arends/Selena Piek yang peringkatnya di atas mereka langsung dua game 21-17 21-8. Dengan demikian, pada turnamen yang berhadiah total 900 ribu dollar AS itu, Indonesia mengirimkan wakilnya yang merupakan para pemain muda. (faz)