Ribuan Pelayat Shalatkan Jenazah Muhammad Ali

GN/Istimewa Jenazah Ali dalam peti yang diselimuti kain bertulisankan huruf Arab, di Fredom Hall, Kamis (9/6/2016) waktu setempat.

GN/Istimewa
Jenazah Ali dalam peti yang diselimuti kain bertulisankan huruf Arab, di Fredom Hall, Kamis (9/6/2016) waktu setempat.

LOUISVILLE (Global News)-Diperkirakan 14 ribu orang mengikuti prosesi shalat jenazah petinju legendaris Muhammad Ali, yang diselenggarakan di Fredom Hall, pusat kota Louisville, negara bagian Kentucky, Kamis (9/6/2016) waktu setempat atau Jumat waktu Indonesia. Jenazah Muhammad Ali dimakamkan, Jumat (10/6/2016) waktu setempat.

Ribuan warga membanjiri kampung halaman Ali di Louisville, Kentucky untuk ikut mendoakan Muhammad Ali. Mereka berdatangan dari berbagai negara hanya untuk memberikan penghormatan terakhir bagi Muhammad Ali.

Tak terkecuali sejumlah tokoh dunia juga ikut hadir. Salah satu yang hadir di antaranya Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Shalat jenazah dipimpin oleh Imam Zaid Shakir, pendiri Zaytuna College di Berkeley. Jenazah Ali terbaring di peti yang dilapisi kain berhiaskan tulisan Arab berwarna hitam dan emas.

Proses upacara pemakaman legenda tinju Muhammad Ali sudah dimulai Kamis (9/6/2016) malam di kota kelahiran Ali di Louisville, Kentucky, AS.

Prosesi pemakaman Ali sudah direncanakan oleh keluarganya selama 10 tahun terakhir. Ali ingin memastikan pemakamannya sesuai dengan Islam, agama yang dipeluknya tetapi juga bisa diterima budaya Barat pada umumnya.

Jenazah Ali dijadwalkan akan dimakamkan pada Jumat (10/6/2016) waktu setempat, setelah sebuah prosesi dan penghormatan terakhir yang akan menggelar sebuah upacara untuk semua agama dan kepercayaan.

Dijadwalkan beberapa nama terkenal akan hadir dalam proses pemakaman Ali seperti mantan presiden AS Bill Clinton, Presiden Recep Tayyip Erdogan dari Turki dan komedian Billy Crystal. Nama lain yang juga akan hadir dalam pemakaman Muhammad Al adalah pemimpin pergerakan hak-hak sipil Jesse Jackson dan penyanyi Yusuf Islam atau Cat Stevens.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama sendiri tidak bisa hadir karena harus menghadiri acara kelulusan salah satu putrinya, Malia. Menurut salah satu staf ahlinya, Obama mengirimkan surat kepada keluarga Ali yang akan dibacakan dalam penghormatan terakhir, Jumat waktu setempat.

“Wafatnya Muhammad Ali membuat kita semua merasa semakin sendirian di dunia ini,” kata Sherman Jackson, seorang cendikiawan di University of Southern California. Jackson memuji Ali yang memperjuangkan hak-hak warga kulit hitam selama dan sesudah pergerakan hak-hak sipil pada 1960-an.

Hadir pula  dalam prosesi promotor tinju Don King. “Ali tak akan pernah mati. Semangatnya akan terus hidup,” kata Don King kepada Reuters di Freedom Hall, tempat Ali mengalahkan Willu Besmanoff pada 1961 dalam laga terakhirnya di Louisville.

Salah seorang penggemar Ali, Mustafa Abdush-Shakur, khusus datang ke Louisville dari Connecticut hanya untuk sekadar memberikan penghormatan terakhir bagi Muhammad Ali. “Setiap orang merasa kehilangan dengan kepergian Ali,” ujar Mustafa Abdush-Shakur. “Tapi perlu terlalu bersedih hati dengan kepergiannya. Kita semua juga akan juga mennjalani hal serupa,” ujarnya.(ap/afp/dn/faz)