Pendaftar Camaba STAIN Pamekasan Tertinggi, Peserta dari 13 Provinsi di Indonesia

PAMEKASAN (Global News)-STAIN Pamekasan terus kebanjiran pendafatar calon mahasiswa baru (Camaba). Dalam dua tahun terakhir ini, STAIN Pamekasan tercatat sebagai perguruan tinggi yang memiliki rekor tertinggi jumlah pendaftarnya, dibandingkan dengan sesama STAIN lainnya di seluruh Indonesia.

Yang menarik para pendaftar itu bukan hanya berasal dari Jawa Timur saja, tapi juga berasal dari provinsi lainnya di Indonesia. Pada tahun akademik 2016-2017 ini saja pendaftarnya berasal dari 13 provinsi di Indonesia. Termasuk berasal dari provinsi DKI Jakarta, DI Jogjakara dan Jawa Barat.

Pendaftar terbanyak tetap berasal dari Jawa Timur. Selain dari Madura juga berasal dari 25 kabupaten dan kota lainnya se Jatim. Sedangkan pendaftar dari provinsi di luar Jatim tertinggi dari Provinsi Sulawesi Tenggara yang berasal dari 11 kabupaten dan kota di provinsi tersebut.

Achmad Mulyadi-crop

Achmad Muyadi

Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga STAIN Pamekasan Achmad Muyadi mengaku, bangga karena STAIN Pamekasan sebagai pilihan pertama dalam daftar pilihan perguruan tinggi yang dipilih.

Mulyadi menjelaskan rekrutmen Camaba di STAIN Pamekasan terbagi dua jalur, yakni jalur SPMB Nasional yang meliputi SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN. Kedua, jalur SPMB Lokal (Mandiri). Pada tahun ajaran 2016-2017 ini jalur SPAN-PTKIN telah diumumkan hasilnya 23 Mei lalu. Jumlah pendaftarnya untuk seluruh Program Studi (Prodi) sebanyak 3980 orang, dan yang diterima sebanyak 1053 orang atau 50% dari pagu dan daya tampung.

“Sedangkan jalur UM-PTKIN pelaksanan seleksi mulai tanggal  14 sampai 15 Juni dan hasilnya akan diumumkan pada tanggal 18 Juli 2016 mendatang.  Jumlah pendaftar sebanyak 3350 orang dan yang akan diterima sebanyak 635 orang atau 30 % dari pagu. Sedangkan jalur SPMB Lokal (mandiri) masih baru akan dibuka pendaftaran mulai tanggal 20 Juni mendatang. Dan disini kita ambil 20 % dari pagu atau daya tamping kita,” katanya.

Hingga saat ini memiliki 3 jurusan yakni jurusan Tarbiyah, Syariah, Ekonomi dan Bisnis Islam dan satu Pasca Sarjana Prodi PAI. Jurusan tarbiyah memilik 9 Prodi, Syariah 3 Prodi dan jurusan ekononi dan bisnis Islam ada 4 Prodi, total semunya 16 Prodi.

Mulyadi memperkirakan meningkatnya jumlah peminat atau mahasiswa baru pada STAIN Pamekasan belakangan ini dilatar belakangi oleh adanya pernambahan jumlah Prodi. Dalam waktu yang tidak begitu lama STAN Pamekasan memang telah beberpa kali menambah Prodi, asalnya 5 Prodi ditambah jadi 8 dan saat ini telah mencapai 16 Prodi.

“Penambahan Prodi kami sesuaikan dengan kebutuhan pasar. Diantara Prodi yang cukup laris adalah Prodi  Perbankan Syariah, Akuntansi Syariah dan Ekonomi Syariah. Dari Tarbiyah juga ada yang laris yakni Prodi Manejemen Pendidikan Islam, Bahasa Indonesia, dan IPS.  Dan Prodi yang terbaru adalah Prodi Komunikasi dan Kepenyiaran yang untuk sementara masih dikelola di Jurusan Syariah,” jelasnya.

Sejak tahun 2013 lalu STAIN Pamekasan telah memutuskan untuk mulai menjalankan program alih status menjadi IAIN Madura. Untuk itu harus ada persiapan yang cukup dari segala sesuatunya, diantaranya kesiapan jumlah prodi yang dimilikinya. Tahun ini berkas pengajuan alih status itu sudah ada di Kementrian PAN dan RB. * mas*