Payet Selamatkan Prancis dari Malu

GN/The Guardian Payet (tengah) saat hendak melepaskan sepakan kaki kiri yang akhirnya berbuah gol penentu kemenangan Prancis atas Rumania.

GN/The Guardian
Payet (tengah) saat hendak melepaskan sepakan kaki kiri yang akhirnya berbuah gol penentu kemenangan Prancis atas Rumania.

Paris (Global News)-Gelandang West Ham United Dimitri Payet, Sabtu (11/6/2016) menjadi pahlawan penyelamat timnas Prancis sebagai tuan rumah Piala Euro 2016 dari hasil mengecewakan.

Berkat gol spektakuler Dimitri Payet, Prancis menang 2-1 atas Romania dalam pertandingan Grup A Piala Eropa 2016. Payet memang memainkan peran sebagai penebar teror dalam pertandingan pembuka ajang sepakbola antar negara Eropa tersebut di Stade de France.

Melalui umpan Dimitri Payet, Oliver Giroud membuka kemenangan Prancis melalui gol pembukaan setelah babak turun minum. Payet lagi-lagi memiliki peran sentral dalam pertandingan pembuka Sabtu dini hari tadi.

Sepakan kaki kiri melengkung menuju ke sudut atas gawang dalam rentang waktu satu menit setelah pemain Rumania Bogdan Stancu menyamakan kedudukan untuk Romania, akhirnya membuahkan gol.

“Romania menyulitkan kami, dan kami memerlukan waktu untuk masuk ke dalam permainan ini khususnya karena ada begitu banyak emosi,” kata Payet.

Peran penting Payet dalam laga perdana Piala Eropa 2016 benar-benar di luar perkiraan. Padahal Payet sendiri  bahkan tidak mendapat tempat di timnas Prancis beberapa bulan lalu. “Untuk berada di sini pada malam ini dan mencetak gol merupakan hasil dari banyak kerja keras dan banyak pengorbanan. Pada awal musim saya tidak akan berpikir saya berada di sini, dengan tekanan saat tiba di stadion namun saya menikmati permainan saya,” ujar Payet.

Meski dalam laga uji coba sebelumnya, Prancis bermain menyakinkan. Namun saat menghadapi Rumania, tim besutan Didier Deschamps seperti mati kutu. Pada awal-awal pertandingan sebelum turun minum pada babak pertama, penampilan Prancis tidak terlalu menyakinkan. Penjaga gawang Prancis Hugo Lloris terpaksa harus melakukan penyelamatan terhadap upaya Stancu di tiang jauh pada menit keempat. Sebaliknya Prancis nyaris menciptakan peluang pada menit ke-11, ketika sundulan Giroud dari umpan silang Payet melebar.

Menghadapi pertahanan yang hanya kemasukan dua gol dalam putaran kualifikasi, Prancis hanya menciptakan sedikit peluang.

Tembakan ke gawang pertama yang dicatatkan Prancis terjadi pada tujuh menit babak kedua. Melalui tembakan mendatar Giroud dari umpan terobosan Payet, bola dapat diblok kiper Rumania Tatarusanu yang kemudian menepis sepakan voli Paul Pogba dari jarak 18 meter.

Pada menit ke-57 Payet mengirim umpan silang ke kotak penalti, dan Giroud menanduk bola ke bawah mistar gawang untuk mencatatkan golnya yang kedelapan dari enam pertandingan internasional. Delapan menit kemudian Standu membuat gol balasan melalui titik putih kotak terlarang setelah Patrice Evra melanggar Nicolae Stanciu.

Supaya menambah daya dobrak, Deschamps mengganti Griezmann dengan Kingsley Coman dan Pogba dengan Anhony Martial, namun kedua pemain muda itu hanya memberikan sedikit dampak. “Tidak mudah untuk bermain melawan tim Romania ini. Kami memiliki beberapa peluang namun mereka pun memilikinya,” ujar Deschamps. “Sulit untuk bersantai, namun penting untuk memenangi pertandingan pertama. Pertandingan pembukaan tidak pernah mudah dan ini merupakan landasan yang bagus,” lanjut Deschamps.

Dengan hasil ini, Prancis memuncaki klasemen sementara Grup A dengan tiga angka, selanjutnya akan berhadapan dengan Albania pada Rabu (15/6/2016). (faz)