Gelar Kongres, Disbudpar Telusuri Jejak Sejarah Jatim

Ilustrasi

Ilustrasi

SURABAYA (Global News)-Belajar sejarah sering dianggap tidak penting. Namun, sesungguhnya belajar sejarah itu sangat perlu. Begitulah Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim, H Akhmad Sukardi dalam sambutannya pada pembukaan Kongres Kesejarahan Jawa Timur 2016, yang berakhir Jumat (3/6/2016).

Kongres Kesejarahan Jawa Timur 2016 yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur itu mengambil tema “Menelusuri Jejak Sejarah Jawa Timur Merajut Nilai Kesejarahan Sebagai Landasan Berfikir Positif dan Kreatif Dalam Membangun Kepribadian Bangsa”.

Sukardi mengatakan, dengan belajar sejarah generasi muda bisa memperoleh tentang kebesaran Kerajaan Majapahit ,misalnya. “Jika tidak mengetahui sejarah, mana mungkin kita bisa tahu bentuk kapal Majapahit,” ungkapnya.

“Salah satu peninggalan bersejarah yang ada sejak jaman kerajaan adalah kesenian Karawitan bahkan digunakan untuk menyebarkan agama dan ada hingga saat ini,” ujarnya.

Ia berharap, dengan kongres ini generasi muda bisa menggunakan hati dan rasa untuk memahami sejarah bangsa sehingga bisa mengeluarkan hal yang positif. “Ambil nilai sejarah yang baik selanjutnya dikembangkan untuk kemajuan bangsa,” imbuhnya.

 

Kepala Disbudpar Jatim, Jarianto mengatakan, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan bisa menjadikan generasi muda cerdas dan berwawasan luas, namun itu menjadi percuma jika generasi muda tidak mengenal sejarah bangsanya sendiri.

Nah, kata Jarianto, melalui kongres kesejarahan generasi muda bisa mengetahui kekayaan budaya dan sejarah bangsa khususnya Jatim. “Menggali, mengenal, dan mencintai sejarah bangsa merupakan kewajiban generasi saat ini,” katanya. “Jatim punya catatan sejarah yang panjang, yang mempengaruhi perkembangan dan kemajuan Bangsa Indonesia. Di Jatim dulu berdiri kerajaan besar Seperti Majapahit dan Singosari yang menguasai seluruh Nusantara,” terang Jarianto. (faz/inf)