Duel Spanyol vs Italia Babak 16 Besar, Final Lebih Awal  

GN/ISTIMEWA Penjaga Gawang Italia Gianluigi Buffon

GN/ISTIMEWA
Penjaga Gawang Italia Gianluigi Buffon

PARIS-Italia dan Spanyol sudah harus saling bunuh di babak 16 besar Piala Eropa 2016. Pertemuan ini pengulangan final Piala Eropa 2012. Apakah Spanyol akan kembali mengulangi sejarah dengan menanduk Italia keluar dari babak 1 besar Piala Eropa atau justru pulang lebih cepat.

Kekalahan Spanyol 1-2 dari Kroasia dalam laga terakhir babak penyisihan grup di stadion Nouveau Stade de Bordeaux, Bordeaux, Rabu (22/6/2016) dini hari WIB, membuat pasukan Vicente Del Bosque menjadi runner-up Grup D. Sementara, Kroasia finis sebagai juara grup.

Dengan menjadi runner-up Grup D, Spanyol menghadapi juara Grup E di babak 16 besar. Juara Grup E adalah Italia yang sudah memastikan lolos.

Pertemuan Italia vs Spanyol pun menjadi salah satu sajian menarik di Piala Eropa 2016 ini.

Posisi Italia sebagai juara grup, dan Spanyol sebagai runner-up di babak penyisihan menyebabkan pertemuan yang ibarat final lebih awal ini. Laga Spanyol vs Italia adalah ulangan final Piala Eropa 2012.

Ketidakmampuan La Furia Roja, julukan Timnas Spanyol, menjadi juara grup berimbas pada terjalnya perjalanan mempertahankan gelar juara bertahan. Belum apa-apa, mereka sudah bertemu dengan Italia. Andai lolos, sudah ada Jerman, dan berikutnya masih ada Prancis serta Inggris.

Namun, sebelum berpikir terlalu jauh, yang pasti ada Italia di 16 besar. Meskipun tahun ini Gli Azzurri disebut tidak membawa skuad yang istimewa, tetap saja mereka berbahaya. Pasukan Antonio Conte sudah menyikat sesama tim unggulan, Belgia 2-0 di penyisihan grup. Sebaliknya, Spanyol justru tumbang dari tim terkuat di grup mereka, Kroasia.

Laga 16 besar ini sendiri, adalah ulangan final Euro 2012. Ketika itu, Spanyol mampu menggulung Italia dengan skor 4-0. Namun empat tahun berlalu jelas bakal berpengaruh besar bagi kedua tim. Nyaris mustahil skor yang sama bakal terulang. Sejak kekalahan itu, Italia sudah bertemu Spanyol tiga kali.

Memang, Azzurri masih punya catatan mengecewakan, yaitu dua seri dan sekali kalah. Pertemuan paling pamungkas terjadi pada Maret 2016 lalu kala kedua tim bermain imbang 1-1. Namun, tidak ada yang bisa meramalkan apa yang terjadi di Euro 2016, ketika semua tim tampak sejajar dan bisa saling mengalahkan.

Kekalahan dari Kroasia memang menceburkan Spanyol ke dalam pertaruangan dengan para jawara Eropa. Ini jelas yang tak disukai semua tak terkecuali Alvaro Morata. “Kami tidak bisa mendapatkan undian yang lebih buruk lagi,” ujar striker Spanyol itu kepada Sky Sport Italia.

“Secara taktik Italia adalah tim yang sangat kuat dan kami harus memainkan pertandingan yang sempurna untuk lolos ke perempatfinal,” imbuh Morata.

“Untuk menjadi juara, kami mesti mengalahkan siapapun. Kami punya peluang untuk mengantongi sembilan poin dan berada di posisi yang lebih menguntungkan, tapi sekarang kami di sini dan harus bersiap untuk melawan Italia,” ujar pelatih Spanyol Vicente del Bosque.(faz)