Diundang Bukber Anak Yatim, Banyak Anggota DPRD Surabaya Pilih Absen

bukber anggota dewa

GN/Istimewa Para anggota dewan enggan menghadiri acara buka bersama anak yatim yang dilaksanakan di gedung wakil rakyat tersebut. Ini terbukti dengan sedikitnya anggota dewan yang hadir dalam acara bukber tersebut.

SURABAYA (Global News)-Beginilah perilaku para wakil rakyat yang duduk di gedung DPRD Surabaya. Banyak para legislator yang pilih ngacir pergi ke tempat lain daripada menyediakan waktunya sekadar berbuka bersama dengan para anak yatim.

Jumlah anggota DPRD Kota Surabaya ada 50 orang, namun dalam bukber yang digelar di gedung DPRD, Selasa (28/6/2016), legislator yang hadir bisa dihitung dengan jari.

Selain Ketua DPRD Armuji, hadir pula unsur pimpinan DPRD Surabaya seperti Wakil Ketua DPRD Masduki Toha, Aden Darmawan dan Ratih Retnowati. Sedangkan dari anggota dewan yang terlihat tampak antara lain Eddi Rachmat, Akhmad Suyanto dan Erwin Tjahyuadi dan Syaiful Aidy.

Sebagai orang nomor satu di gedung dewan, Armuji benar-benar merasa malu campur geram. Ia pun hanya bisa mengkritik sedikitnya anggota dewan yang menghadiri acara bukber dengan ratusan anak yatim piatu di gedung DPRD setempat, Selasa.

“Sangat kebacut (keterlaluan) anggota dewan tidak bisa hadir di sini. Padahal tadi saya lihat ada di ruangan. Tapi mereka lebih memilih acara lain,” kata Armuji saat memberikan sambutan.

Menurut Armuji, tanpa diberitahu seharusnya para wakil rakyat memperbanyak kegiatan yang bersifat sosial, bukan sebaliknya mereka justru menghilang satu persatu saat acara mulai.

Padahal dari jumlah anak yatim yang hadir, lanjut dia, pada buka puasa kali ini lebih banyak. Jika pada tahun lalu sekitar 100 anak yatim yang hadir, tahun ini meningkat menjadi 130 anak.

“Dari jumlah anak yatim yang kita undang meningkat. Tapi sekali lagi, saya kecewa dengan minimnya partisipasi anggota dewan dalam meramaikan acara ini,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Masduki Toha menilai hal tersebut sebagai wujud ketidakpatuhan anggota dewan terhadap perintah pimpinan. “Anak-anak yatim yang seharusnya menjadi tanggung jawab kita bersama malah ditelantarkan. Hanya beberapa anggota dewan yang hadir. Ketua marah besar,” katanya. (pur/faz)