Bupati MKP Galakkan Pembangunan untuk Majukan Daerah dan Makmurkan Warga

GN/Bambang Sujarwanto Kondisi jalan di salah satu wilayah di Mojokerto yang kondisinya sangat mulus.

GN/Bambang Sujarwanto
Kondisi jalan di salah satu wilayah di Mojokerto yang kondisinya sangat mulus.

MOJOKERTO (Global News)–Dalam enam tahun terakhir, pembangunan di Kab. Mojokerto dinilai cukup mencolok. Ini setelah Pemkab Mojokerto dipimpin Bupati Mustafa Kamal Pasa (MKP) SE, yang selalu berharap daerahnya maju dan warganya hidup sejahtera.

Untuk mewujudkannya, Bupati MKP getol mensukseskan program pembangunan, baik di bidang infrastruktur maupun program kemanusian lainnya. Hal ini diawali dengan membangunan berbagai ruas jalan, baik jalan kabupaten hingga di pedesaan.

Selain itu, MKP juga getol memperbaiki sarana pendidikan dan kesehatan, serta tempat ibadah yang tersebar di 304 desa di Kab. Mojokerto. MKP juga membangun irigasi baru maupun meningkatkan sarana irigasi yang dinilai kurang representatif. Di antaranya, membuat waduk, melebarkan jaringan irigasi pertanian, bibit padi dan tanaman produktif lainnya secara gratis. MKP juga menggerojok berbagai bantuan keuangan ke desa-desa untuk program pembangunan.

Bupati MKP mengatakan, untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat seluruh program pembangunan akan disinergikan. Sehingga program yang ada tidak tumpang tindih. Dengan begitu langkah memajukan daerah dan mensejahterakan rakyat bisa cepat terwujud.

Bupati MKP menjelaskan, untuk memajukan daerah tidak bisa dilakukan hanya satu periode, karena dua tahun dalam periode pertama dimanfaatkan untuk menyiapkaan program dan keuangan. Sehingga dalam tiga tahun berikutnya program itu bisa berjalan. Padahal untuk mencapai harapan itu dibutuhkan waktu antara 8-10 tahun.

Seperti perbaikan infrastruktur untuk menopang perekonomian warga. Yakni, perbaikan jalan di Kab. Mojokerto. “Dengan sarana jalan yang bagus, produk pertanian, hasil industri rumah tangga dari desa bisa mudah di bawa ke kota, dan sebaliknya. Kalau ini lancar, membuat ekonomi masyarakat semakin meningkat. Makanya, saya ngebut membangun ruas jalan di Mojokerto,” katanya.

Sesuai target, lanjut Bupati MKP, pembangunan jalan di Kab. Mojokerto tuntas tahun 2020. Dari total jalan yang ada di wilayahnya mencapai 1.085 kilometer (km). Sekarang ini Pemkab Mojokerto telah menuntaskan sekitar 620 km.

Di sektor pertanian, kata bupati MKP, semua irigasi menjadi target sasaran pembangunan Pemkab Mojokerto. Jika irigasi dan pasokan air juga bagus, maka hasil pertanian warga bakal berkembang baik. “Jika tadinya irigasinya sempit, sekarang lebar. Jika dangkal lumpur yang di dasar irigasinya dikeruk, sehingga lebih dalam dan mampu menampung debit air lebih banyak,” katanya.

Dengan begitu, lanjut MKP, lahan pertanian di saat musim kemarau tetap bisa teraliri air. “Kondisi ini memudahkan petani mendapatkan pasokan air lebih banyak dimusim kemarau untuk menyuburkan tanamannya,” tandasnya. Selain irigasi, bupati MKP juga memberikan bantuan pupuk dan obat bersubsidi.

Bupati MKP juga kini getol membenahi sektor pariwisata. Pasalnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor pariwisata terus meningkat. “Saat ini kita sedang menerjunkan tim khusus mengkaji peningkatan di sektor wisata pegunungan yang representatif, serta mempromosikan wisata religi di Kabupaten Mojokerto, seperti situs bersejarah Peninggalan Kerajaan Majapahit di Kab. Mojokerto.

Di antaranya, Candi Petirtaan Jalatundo, Candi Brahu, Bajangratu dll. Situs ini, oleh warga Bali masih di “uri-uri”. Karena, mereka menilai situs itu merupakan peninggalan leluhur mereka yang harus dihargai, dan dirawat baik agar tidak rusak dan punah.

Bupati Tabanan Bali, Ni Putu Eka Wiryastuti mengatakan, sekitar 75 persen penduduk Bali merupakan keturunan leluhur dari Kerajaan Majapahit. Sehingga sudah sepatutnya silahturahmi ke tanah leluhurnya di Kab. Mojokerto. Untuk itu, Bupati Tabanan terus meningkatkan kerjasama dengan Pemkab Mojokerto.

Dalam kesempatan itu, Bupati Mojokerto MKP menilai, kehadiran Bupati Tabanan Bali ke Kab. Mojokerto diharapkan bisa diikuti warga Bali lainnya, sehingga bisa ikut serta mempromosikan wisata di Mojokerto.

Karena, lanjut bupati MKP, hadirnya warga Bali ke Mojokerto ini diibaratkan saudara yang pergi ratusan tahun lalu kembali lagi ke kampung halamannya di Mojokerto. “Kehadiran warga Bali tentunya akan kita sambut dengan baik. Sebagai saudara kita sangatlah gembira, karena saudara kami telah kembali pulang,” katanya.

Langkah lain, Bupati MKP memajukan sektor wisata di Kab. Mojokerto juga diwujudkan dengan membangun kampung Majapahit di Kec. Trowulan. Kampung Majapahit ini, diterapkan di Desa Bejijong, Jatipasar, dan Sentonorejo. Semua rumah warga di tiga desa tersebut bangunan rumah bagian depan didesain ala Majapahit. “Program ini bisa terwujud, setelah Pemkab Mojokerto menjalin kerjasama dengan Pemprov Jatim dalam memajukan sektor wisata di Kab. Mojokerto,” tuturnya.

Untuk mensejahterakan warganya, MKP juga memperbaiki sarana berbagai pusat kesehatan, dan sarana pendidikan. Seperti meningkatkan status poliklinik menjadi puskesmas, dan menjadikan puskesmas sebagai rumah sakit karena diberi fasilitas rawat inap. “Ini semua untuk memberikan kemudahan bagi warga mendapatkan pelayan kesehatan secara cepat,” tandasnya.

Sedangkan sektor Pendidikan, MKP juga membuat sekolah baru, maupun memperbaiki ratusan sekolah rusak. Meningkatkan, sumberdaya manusia, terutama guru, dan mutu pendidikan. * bas/adv