Bank Maspion Catat Kinerja Positif, Berhasil Cetak Laba Bersih Rp 40,19 Miliar

GN/ISTIMEWA Pemegang saham pengendali Alim Markus (tengah) , Komisaris dan Direksi Bank Maspion    berpose seusai rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan dan luar biasa, Rabu (29/6/2016).

GN/ISTIMEWA
Pemegang Saham Pengendali Alim Markus (tengah) , Komisaris dan Direksi Bank Maspion
berpose seusai rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan dan luar biasa, Rabu (29/6/2016).

SURABAYA (Global News)-PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) mencatat laba bersih sebesar Rp 40,19 miliar sepanjang tahun 2015, mengalami kenaikan 59,66% dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp 25,17 miliar. Peningkatan kinerja tersebut berlangsung hingga akhir Mei 2016 dengan perolehan laba bersih sebesar Rp 26,75 miliar, secara year to date mengalami peningkatan 59,74%.

“Laba operasional BMAS yang terdiri dari pendapatan bunga dan pendapatan operasional lainnya pada tahun 2015 tumbuh 69,17% menjadi Rp 55,98 miliar dari Rp 33,09 miliar pada tahun 2014, demikian pula hingga akhir Mei 2016 laba operasional tercatat Rp 35,86 miliar secara year to date mengalami pertumbuhan 53,74% dibandingkan pencapaian tahun 2015,” kata Herman Halim, Dirut Bank Maspion seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa, Rabu (29/6/2016).

Sementara itu, hingga akhir Desember 2015, BMAS mencatat penyaluran kredit sebesar Rp 4,04 Triliun atau meningkat 28,88% dibandingkan periode yang sama di tahun 2014, pencapaian kredit pada akhir Mei 2016 mencapai Rp 4,05 Triliun.

Herman Halim menyatakan bahwa di tengah kondisi perekonomian yang masih menunjukkan moderasi, BMAS menerapkan prinsip-prinsip penyaluran kredit secara prudent ke segmen debitur retail serta sektor-sektor bisnis yang telah teruji dan bertahan dalam menghadapi kondisi ekonomi yang berfluktuasi. Penerapan prinsip kehati-hatian tersebut tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) BMAS yang terjaga pada level 0,64% pada akhir Mei 2016.

Portofolio kredit BMAS hingga akhir Mei 2016 sebagian besar adalah kepada sektor-sektor produktif. Penyaluran kredit dalam bentuk kredit modal kerja dan kredit investasi masing-masing sebesar 63,61% dan 29,74%. Adapun berdasarkan sektor ekonomi, fokus utama adalah kepada sektor perdagangan dan industri yang tercatat sebesar 38,74% dan 28,47% pada akhir Mei 2016.

“Penyaluran kredit tersebut diimbangi dengan peningkatan pendanaan, dana pihak ketiga per akhir Desember 2015 mencapai Rp 4,34 triliun dan kembali meningkat menjadi Rp 4,42 triliun pada akhir Mei 2016. Dengan pertumbuhan tersebut BMAS dapat menjaga posisi likuiditas yang memadai dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 91,68% pada akhir Mei 2016 serta rasio permodalan sebesar 19,79%,” kata Herman Halim yang juga Ketua Perbanas Jatim itu.

Dikatakan, di tahun 2016 Perseroan akan meningkatkan kinerjanya meskipun perekonomian diperkirakan masih belum sepenuhnya pulih. Untuk itu Bank Maspion akan tetap fokus pada pertumbuhan aset yang berkualitas, menjaga likuiditas pada level yang optimal serta memperkuat permodalan. Telah disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang dilaksanakan pada tanggal 29 Juni 2016 bahwa Perseroan akan melakukan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (“PMHMETD I”) sebanyak-banyaknya 600 juta saham sehingga BMAS dapat menjadi Bank pada BUKU 2 dengan Modal Inti > Rp 1 triliun.

Menurut Herman, guna mendukung pertumbuhan bisnis Perseroan akan melakukan berbagai langkah strategis antara lain menambah delivery channel berupa ATM, CDM (Cash Deposit Machine) serta Kas Mobil, mengembangkan fitur-fitur internet banking dan mobile banking serta memperkuat electronic channel antara lain berupa Virtual Account. Perseroan akan tetap mencermati perkembangan ekonomi makro sehingga dapat secara cepat mengambil langkah yang tepat guna merespon perubahan yang terjadi dan semakin meningkatkan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan di masa-masa mendatang. fan