Baksos Tanah Merah Hadirkan 450 Anak Yatim dan Kaum Dhuafa

GN/Moch. Zaky Ketua Umum YHMCHI, H.A. Nurawi  menyerahkan bingkisan kepada salah satu anak yatim.

GN/Moch. Zaky
Ketua Umum YHMCHI, H.A. Nurawi menyerahkan bingkisan kepada salah satu anak yatim.

SURABAYA (Global News)-Sinergitas Grand Elephant, Semen Indogreen Sentosa (SIS), PITI Surabaya dan Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI) menggelar bakti sosial (baksos) di  Tanah Merah, Surabaya, Minggu (19/6/2016). Mengambil tema “Ramadhan Berkah” acara tersebut menghadirkan anak yatim dan kaum duafa.

Ketua Panitia Arwani, mengatakan, pihaknya berharap agar baksos ini pada masa-masa mendatang dapat terus berlanjut. Pasalnya, masyarakat Rusun Tanah Merah ini merupakan “kaum” gusuran yang tidak mungkin mengembalikan ekonomi mereka dalam waktu dekat. Karena itu, dibutuhkan bantuan berkelanjutan.

Dalam acara tersebut hadir, 111 anak yatim piatu dari Panti Saiful Yatim, janda dhuafa 100 orang dan kaum dhuafa 239 orang. Totalnya 450 orang. “Kami mengucapkan terima kasih kepada panitia. Semoga acara ini berlangsung lancar dan berkelanjutan pada masa-masa mendatang. Karena itu mari kita berdoa agar para sponsor usahanya diberi kelancaran, sehingga acara baksos ini setiap tahun tetap berlangsung,” kata Ketua Umum YHMCHI, H.A. Nurawi .

Sementara itu, Fredy Chandra pimpinan Grand Elephant mengatakan, pihaknya merasa bahagia, karena bisa berkumpul dengan anak yatim dan kaum dhuafa. Acara ini diharapkan bisa berlanjut pada masa-masa mendatang. “Doakan semoga kita diberi kekuatan untuk tetap melaksanakan baksos seperti ini di masa-masa mendatang,” katanya.

Dirut Semen Indogreen Sentosa, H. Djoko Mustofa, mengatakan, Hadist Nabi mengatakan, “Barang siapa yang merawat dan membina anak yatim, maka bersama aku kelak di surga”. Jadi, katanya, memberikan bantuan kepada anak yatim dan kaum dhuafa merupakan kewajiban kita semua sesama muslim. Karena itu ia mengimbau agar memperbanyak bantuan pada anak yatim.“Doakan agar kami pada tahun depan dapat membantu anak yatim dan kaum dhuafa, sehingga mereka merasa bahagia,” katanya.
Dalam acara tersebut diserahkan sembako yang berisikan beras, kopi, teh, gula, sirup biskuit dan amplop.

Ustad Hasan Basri dalam tausyiahnya mengatakan, manusia memang tidak merasa puas. Mengapa rezeki tidak datang, karena kita kufur. Karena itu, menurut Ustad Hasan, di bulan penuh berkah ini, Allah melipatgandakan pahala. Pengampunan yang dibuka. Mungkin ada orang mengatakan, kenapa hidupnya kok susah. Pertanyaan itu jangan dipertanyakan kepada Allah, tetapi tetap bersyukurlah. Barang siapa yang bersyukur kepada Allah, maka akan ditambah nikmatnya. “Kita kadang lupa kalau sedang mendapat nikmat, tapi kalau susah baru kita ingat Allah,” ujar Ustad Hasan.

Langkah yang diambil para donatur ini merupakan rasa syukur. “Semoga para donatur diberi limpahan rezeki, sehingga pada tahun-tahun berikutnya bisa membantu kita semua, seperti halnya yang terjadi saat ini,” katanya. H. Erfandi Putra