Ya… Nasib Mengapa Begini

GN/ ILUSTRASI

GN/ ILUSTRASI

Ada uang abang sayang

Tak ada uang abang ku tendang

………………

Lagu (petikan lirik  lagu di atas) yang memang menjadi salah satu lagu favorit Dul Mannan. Ehhh… lagu itu pulalah yang menimpa pria 45 tahun itu. “Mak bisa ta’ iyah nasibku seperti lagu kesukaanku. Apesss? Tidak. Biarlah Sri Kemuning (sang istri) meninggalkan aku, sesuai lagu itu,” kata Dul Mannan mengipas kopyah hitamnya ke tangan sebelah kirinya.

Arapah sedah kak? “itu lohhh, istri saya minta cerai disaat dompetku keroncongan. Ya biar pak. Namanya hidup ya begini. Kadang beruntung, kadang tidak. Kadang banyak uang, kadang tidak. Nah ini bukan lagi kadang tak punya istri, tapi menjelang tak punya istri,” kata Dul Mannan seusai keluar dari Kantor Pengadilan Agama Kelas 1A Surabaya, dengan entengnya.

Di kantor tersebut, Sri Kemuning mengajukan gugat cerai kepada Dul Mannan. Lelaki yang pernah sukses dengan bisnis sepeda motor bekas itu tak habis pikir. Kok bisa wanita berkulit kuning seperti namanya Sri Kemuning itu minta cerah. “Saya sudah bangkrut pak. Dompet juga bangkrut. Kalau melihat kinyis-kinyis kulit saya eman pak. Hanya saja, melihat sifat yang mata duitan, muak aku. Muakkkk pollll. Awas ya,” katanya menggerutu.

Awas bagaimana? “Ini bukan ancaman. Aku ingin bekerja keras lagi. Dan terpenting lagi, aku harus mencari penggantinya yang lebih kinyis-kinyis,” katanya tersenyum kecut.

Lalu mata Dul Mannan menerawang. Pada saat melamar Sri Kemuning, harta Dul Manan cukup banyak. Minimal tidak kekurangan jika hanya dibuat makan dan kebutuhan keluarga lainnya. Selain ia sebagai bos showroom sepeda bekas di Surabaya, ia juga mendapatkan warisan yang cukup banyak dari mendiang orang tuanya.

Cinta Dul Manan tak terukur apa pun. Ia tak segan-segan membelikan barang mewah kepada istrinya. Apapun yang diinginkan istrinya ia wujudkan bagai malaikat yang datang untuk mewujudkan mimpi sang istri. Hanya bulan dan matahari saja yang tak bisa ia persembahkan untuk istrinya.  “Pernikahan kami sudah hampir 20 tahun dan dikaruniai tiga anak. Kenapa kok bisa kandas, karena aku bangkrut,” jelasnya.

Pada tahun 2007, showroom-nya sudah mulai kembang kempis. Omzet perharinya tidak menentu, tak seperti tahun 2000 hingga 2005. Keadaan tersebut, membuat Dul Manan harus banting tulang untuk mengembalikan kejayaan perusahaanya. Namun belum berhasil. Nah, di akhir tahun 2010 ia tersepaksa menutup showroom-nya. Tabungan dan warisan sudah ia habiskan untuk membuat perusahaannya kembali stabil. Namun, apa daya, Tuhan belum berkehendak. “Di saat sulit itu, istriku berulah. Ia sering pulang ke rumah orang tuanya. Entah apa maksudnya,” ujar bapak dari tiga anak orang ini.

Setelah showroom tutup, ia bekerja disalah satu perusahaan sebagai tenaga serabutan. Penghasilannya, memang tidak seberapa cuma bisa dibuat makan dan buat uang saku anak-anaknya, sementara istrinya tak henti-hentinya pingen shopping. “Apa karena sebelumnya saya manjakan, sehingga istriku tidak mau susah,” katanya.

Sang istri bagai kacang lupa kulit. Rupanya ia mulai melupakan sejarah indah dengan Dul Mannan. Buktinya tak lagi mamajang foto pernikahannya di dompetnya. “Keadaan seperti itu berjalan hingga 5 tahun mas. Saya bersabar dengan tingkah istri dan mertua saya, yang tiap hari menyindir saya sebagai orang miskin dan tak punya apa-apa. Sebagai istri harusnya bisa mengerti keadaan jangan memaksakan. Senang-susah dihadapi bersama. Jangan mau pas sedang keadaan jaya saja,” kata dia.

Anak sama mertua tak ada bedanya, sama-sama main tekling. Punya niatan untuk memisahkan saya dengan istri saya, hanya dengan satu alasan, karena saya dalam posisi hancur. “Padahal saya pertahanakan pernikahan ini karena demi anak-anak. Bukan siapa-siapa. Kalau begini kan yang dirugikan anak-anak mas,” ungkap Dul Mannan.

Karena sudah tak mampu lagi mempertahankan magligai perkawinanya, akhirnya Dul Mannan “menyerah”. “Kalau ini kehendak Yang Kuasa, saya ikhlas. Aku akan lebih mendekat lagi dengan Sang Pencipta. Aku akan berusaha lagi, karena aku masih menyimpan impian. Apa? Aku ingin membahagiakan anak-anak. Doakan ya mas. Aminnn,” kata Dul Mannan sambil mengusap matanya yang berkaca-kaca. roz