Sapu Angin ITS Wakili Asia, Tantang Tim AS dan Eropa

GN/ISTIMEWA Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD bersama GM External Relation PT Shell Indonesia Haviez Gautama dan Rizkiardi Wilis Prakoso, saat meninjau perbaikan Sapu Angin di workshop Kampus ITS, Senin (9/5/2016) siang.

GN/ISTIMEWA
Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD (sebelah kanan berbaju putih) bersama GM External Relation PT Shell Indonesia Haviez Gautama dan Rizkiardi Wilis Prakoso, saat meninjau perbaikan Sapu Angin di workshop Kampus ITS, Senin (9/5/2016) siang.

SURABAYA (Global News)-Setelah meraih juara satu dalam ajang Eco-Shell Marathon Challenge Asia 2016 di Filipina, awal Maret lalu, mobil Sapu Angin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya siap beradu pada lintasan Stadion Olympic, London, pada 30 Juni hingga 3 Juli mendatang.

Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD, di workshop Sapu Angin, Kampus ITS Surabaya, mengungkapkan, permohonan dukungan dari masyarakat, media dan berbagai pihak untuk kesuksesan mobil Sapu Angin yang akan ikut dalam kejuaraan dunia di London.

“Keberangkatan tim ini bukan hanya atas nama ITS tapi juga atas nama bangsa Indonesia, dan juga atas nama Benua Asia, karena keberangkatan tim ini juga mewakili Asia,” kata Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD.

Terkait itu, Senin (9/5/2016), mobil sapu angin mendapat kunjungan GM External Relation PT Shell Indonesia Haviez Gautama yang didampingi Joni Hermana.

Sekadar diketahui saja,  dalam ajang Drivers World Championship (DWC) di London yang diadakan pertama kali sejak 30 tahun diselenggarakannya Shell Eco-Marathon, para juara dari 3 benua, masing-masing Asia, Eropa, dan Amerika akan diadu tidak hanya pada konsumsi penggunaan bahan bakar yang irit, tapi juga diadu kecepatannya. Asia diwakili oleh lima tim, masing-masing tiga dari Indonesia, ITS, UI, dan UPI, dua lainnya dari Singapura dan Filipina.

Joni Hermana mengatakan, sebagai salah satu wakil Asia, kemenangan tim ITS juga berarti kemenangan benua Asia, kemenangan Indonesia, dan sudah pasti menjadi kebanggaan ITS. “Beberapa perbaikan sedang dilakukan tim ITS. Mudah-mudahan tidak menemui kendala saat bertanding di sana,” katanya.

Manager Tim Sapu Angin ITS, Rizkiardi Wilis Prakoso, mengatakan, dalam sebulan ke depan, sebelum pemberangkatan, mereka akan melakukan perbaikan-perbaikan pada mesin untuk meningkatkan performace, antara lain pengaturan mesin, penyesuaian transmisi, dan meningkatkan kinerja sistem pengereman.

“Perbaikan teknis ini untuk memastikan mobil kami bisa lolos pada technical inspection, sebagai syarat wajib sebelum terjun ke sirkuit. Selain perbaikan teknis, kami juga menyiapkan perbaikan pada non teknis, seperti menyeleksi ulang pengemudi yang akan mengendarai dan membangun kekompakan tim,” katanya.

Dijelaskan Rizki, perbedaan mendasar dengan kejuaraan di Filipina, selain adu cepat pada kejuaraan di London ini adalah pada penggunaan bahan bakar. Jika di Filipina bahan bakar diberikan lalu mobil bisa menempuh berapa kilometer. Di London nanti, penggunaan bahan bakar dibatasi, lalu mobil diadu cepat dalam lintasan, dimana posisi start dan jumlah bahan bakar yang diberikan bergantung pada hasil kualifikasi.

“Usai melakukan beberapa perbaikan kami juga harus menguji keandalan mobil, baik dalam penggunaan  bahan bakar maupun capaian kecepatan. Kami akan mensimulasikan kondisi sirkuit di London dengan kondisi saat uji coba di sini. Secara teori konsumsi bahan bakar yang pernah dicapai pada saat di Filipina masih bisa ditingkatkan lagi, karena kondisi di London yang relatif dingin, sehingga konsumsi bahan bakarnya pun bisa lebih irit. Soal kecepatan kami masih harus mengintip tim-tim lain dari Amerika dan Eropa,” katanya.

Rizki mengungkapkan, kecepatan yang selama ini dicapai Sapu Angin bisa mencapai rata-rata 70 km per jam dengan konsumsi bahan bakar 250 km per liter. (its/faz)