Puncak Waisak di Solo Pentaskan ‘Lotus Sutera’

GN/Istimewa Suasana perayaan Waisak di Candi Borobudur dengan melepaskan ribuan lentera ke udara.

GN/Istimewa
Suasana perayaan Waisak di Candi Borobudur dengan melepaskan ribuan lentera ke udara.

SOLO (Global News)-Trisuci Waisak 2016 akan dirayakan umat Budha di Vihara Damma Sundara, Solo, dengan pagelaran seni tari sakral. Seniman Budha, Suprapto Suryadarma, yang akrab dipanggil Mbah Prapto akan mementaskan seni sakral kontemporer di puncak perayaan Trisuci Waisak pada 4 Juni 2016, berjudul “Lotus Sutera”.

Seniman dan spiritualis pimpinan Padepokan “Lemah Putih” yang populer sebagai pencipta “Wayang Budha” itu, akan menggelar tari bersama murid-muridnya, termasuk beberapa orang penari asal mancanegara, yakni Agnes Cristina (Singapura), Diane C. Buttler (Amerika Serikat) dan Victor Hugo Hidalgo (Meksiko).

Sedangkan judul tarian Mbah Prapto “Lotus Sutera”, ide dasarnya diambil dari petikan kisah Sang Budha Sidharta Gautama ketika memberikan pencerahan kepada seorang pendeta Budha dengan menunjukkan keindahan bunga teratai sejak kuncup, mekar indah dan layunya.

“Mbah Prapto”, menerangkan pada Global News, di Vihara Dhamma Sundara, Jumat (20/5/2016), dalam agama Budha ada pendeta dengan tugas-tugas kebikhuannya dan ada seniman yang berkesenian berlandaskan nilai-nilai Budha. Dalam menggelar tari “Lotus Sutera”, Mbah Prapto akan menjabarkan tafsir dan pemaknaan ajaran Budha dalam visualisasi tari.

“Seniman Budha menjabarkan apa yang menarik dari agama Budha dan mau belajar untuk mencapai kesadaran dan keserasian hidup. Saya sendiri menari untuk menghadapi kenyataan hidup yang selalu berubah. Artinya, kalau dalam kenyataan hidup kita mengalami kedukaan bukan sedih terus, tetapi ada perubahan yang bergerak dinamis dan sangat cepat. Itu makna tari sakral kontemporer Budha,” jelasnya.

Selain Mbah Prapto dengan repertoir tari “Lotus Sutera” yang mendasari seni sakral, para penari mancanegara dan penari lain  seperti, Wilis Rengganiasih akan membawakan tari “Dhuka”, grup “Semeleh” menggelar tema “Pohon Bodhi” dan lain-lain. Tarian sakral kontemporer tersebut akan ditampilkan secara berangkai dengan durasi waktu sekitar satu jam.

Dalam rangkaian perayaan Waisak 2016 dengan tema  “Cinta Kasih Penjaga Dunia”, Vihara Dhamma Sundara mulai Sabtu (21/5/2016) malam mengadakan meditasi “Happy Vesakh Meditation” yang dipimpin pendeta Bhante Atthapiyo asal Larantuka, NTT. Sedangkan pada saat purnama Minggu (22/5/2016) pukul 04.14.06 dinihari, umat Budha mengadakan puja bakti memasuki detik-detik Waisak 2560 BE tahun 2016.

Ketua Pengurus Vihara Dhamma Sundara, Lilik Suryono, menjelaskan, vihara yang baru berusia 14 tahun itu juga mengadakan puja bakti umum Dhammadesana yang diikuti umat Budha se wilayah Surakarta, dipimpin Bhante Attapiyo. Sedangkan pada puncak perayaan akan diisi Dhammadesana oleh Bhante Sri Pannavaro Mahatera, pimpinan umat Budha Indonesia.

Wakil Ketua Panitia Perayaan Waisak, Djohan menambahkan, dalam rangkaian Hari Raya Trisuci Waisak, juga diadakan bakti sosial pembagian sambako untuk warga di sekitar vihara. Selain itu, panitia bekerjasama dengan PMI Solo mengadakan donor darah, serta lomba sketsa vihara dan “Candi Putih”.

Sementara itu, Dharmasanti Waisak 2560 BE dipusatkan di Taman Lumbini Candi Borobudur Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (21/5/2016) malam.

Puncak peringatan Waisyak dihadiri ribuan umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Kementerian Agama, Dasikin menyebutkan, Waisak tahun ini diikuti oleh sangha dan 20 majelis yang ada di Indonesia.

Presiden Jokowi mengucapkan selamat Hari Trisuci Waisak bagi seluruh umat Buddha di Indonesia. Ucapan itu disampaikan Jokowi melalui akun Twitter pribadinya. “Selamat hari Trisuci Waisak untuk umat Buddha. Nafas ajaran Buddha adalah Metta, cinta kasih pada semuanya. Semoga semua makhluk berbahagia – Jkw,” tulis Presiden Jokowi dalam akun @jokowi, Minggu (22/5/2016). (tok suwarto)