Peringati Israk Mikraj Dekati Ramadhan, Wabup Khalil Asyari Minta Karyawan Pemkab Tingkatkan Kinerja

GN/Masdawi Dahlan Wakil Bupati Pamekasan Khalil Asyari memberikan santunan pada perwakilan anak yatim dalam peringatan Israk Mikraj, Kamis (26/5/2106).

GN/Masdawi Dahlan
Wakil Bupati Pamekasan Khalil Asyari memberikan santunan pada perwakilan anak yatim dalam peringatan Israk Mikraj, Kamis (26/5/2106).

PAMEKASAN (Global News)-Pemkab Pamekasan, Kamis (26/5/2016), menggelar peringatan Israk Mikraj Nabi Muhammad SAW di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan. Penceramah yang dihadirkan Prof Dr KH Imam Suprayogo MA, Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.

Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Pamekasan Khalil Asyari, anggota Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), Ketua STAIN Pamekasan Dr Taufiqurrahman, sejumlah ulama, kepala kemenag dan para pimpinan SKPD dan karyawan di lingkungan Pemkab Pamekasan.

Khalil Asyari mengatakan peringatan Israk Mikraj itu sengaja digelar agak mundur dengan harapan momentumnya berdekatan dengan datangnya bulan suci Ramadan, sehingga materi ceramah yang disampiakan oleh pemateri terkait juga dengan persiapan masyarakat dalam menghadapi bulan Ramadan.

Dia mengatakan peringatan Israk Mijkraj Nabi Muhammad SAW mengandung pelajaran yang berharga bagi umat Islam, karena peristiwa yang agung itu merupakan salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW. Peristiwa tersebut, kata Khalil,  merupakan kejadian yang agung yang menjadi cikal bakal ajaran Islam yaitu perintah salat lima waktu.

“Karena itu saya berharap peringatan ini bisa mengandung motivasi bagi karyawan di lingkungan Pemkab Pamekasan untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan dan secara spesifik meningkatkan semangat kerjanya dalam melayani dan mengabdi untuk kepentingan masyarakat, “ harapnya.

Dalam acara ini, Khalil Asyari menyerahkan santunan kepada sekitar 1500 anak yatim yang merupakan program Pemkab Pamekasan selama tahun 2016. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis melalui perwakilan anak yatim dari sejumlah panti asuhan yang ada di Pamekasan.

Sementara itu, Prof Imam Suprayogo dalam ceramahnya mengatakan karena momentum peringatan Israj Mikraj ini dilalukan pada bulan Syakban yakni antara bulan Rajab dan bulan Puasa Ramadan, maka dia mengulas tentang makna  penting tiga bulan itu, yakni momentum Israk Mikraj, Syakban dan jelang menghadapi bulan Ramadhan.

Prof Imam yang juga pengurus PW NU Jawa Timur itu mengungkapkan dalam memperingati Israk Mikraj ada dua pelajaran penting yakni tentang Mikraj dan salat. Peristiwa Mikraj Nabi Muhammad SAW merupakan peristiwa penting yang bertujuan untuk memantapkan keyakinan Nabi Muhammad akan kekuasaan Allah.

“Tujuan memikrajkan Nabi Muhammad SAW, sebagaimana digambarkan dalam Al Quran adalah Allah SWT ingin menunjukkan ayatayat Allah secara nyata langsung pada Nabi Muhammad SAW. Sehingga dengan Mikraj ini, Nabi Muhammad  SAW makin kuat keyakinannya akan kekuasaan Allah SWT. Karena di dalam mikraj ini ditampakkan kepada Rasulullah di antaranya tentang surga dan neraka dan lain sebagainya,” katanya.

Yang kedua, kata Prof Imam, adalah makna pentingnya salat lima waktu. Salat merupakan peribadatan yang mengantarkan manusia seakan latihan menuju kepulangan dan pertemuannya dengan  penciptanya. Karena dalam salat manusia berkomunikasi dengan Allah SWT. Untuk itu salat yang baik harus dilakukan secara khusyuk.

Terkait dengan bulan Syakban, Prof Imam mengatakan bulan Syakban adalah momentum pindahnya kiblat kaum muslimin dari Baitul Makdis ke Baitullah di Mekkah. Pelajaran yang bisa diambil dalam pristiwa ini adalah manusia akan menemukan kebahagiaan dan ketentraman jiwa jika manusia dekat dengan tuhannya yakni Allah SWT.

Terkait dengan persiapan menghadapi bulan Ramadhan, Prof Imam mengungkapkan tentang perlunya umat Islam memahami  makna yang terkandung dalam Al Quran. Kita suci umat Islam itu, kata dia, merupakan kitab yang sangat indah dan mulia. Jika manusia bisa memahami  apa yang menjadi ajaran dan kandungannya maka sempurnalah kehidupannya baik di dunia maupun di akhirat nanti.(mas)