Minta Cerai Gara-gara Make Up

Ilustrasi

Ilustrasi

KONON wanita dan make up dua hal yang tak bisa dipisahkan. Ibarat jarum jam dengan baterainya. Sedetik saja wanita tidak ber-make up laksana tumbuhan yang tak terkena sinar matahari. Bagaimana? Lah karena make up juga Nur Halimah minta cerai kepada suaminya, Dul Mannan. Kok…bisa?

Nasib sial menimpa Dul Mannan, warga Wiyung-Surabaya yang digugat cerai istrinya gara-gara tidak mampu membelikan istrinya make up.

Maklum, si Dul Manan, hanya seorang ustadz yang hanya berdagang minyak wangi.  Pengasilannya kadang tidak cukup untuk biaya hidup. Belum lagi ia harus bayar kredit sepeda motor setiap bulannya. Sedangkan Nur Halimah, merupakan salah satu Sales Promotion Girls (SPG) di salah satu Mall di Surabaya.

“Yeh beremmah poleh mas (ya gimana lagi mas, Red), saya serahkan saja kepada Yang Kuasa,” kata Dul Mannan, usai menghadiri sidang pertama di Pengadilan Agama Kelas 1A Surabaya, kemarin.

Kecantikan Ma’rifah, kata Dul Mannan, ibarat sosok Luna Maya yang mampu menyejukkan hati. Bagaimana tidak? Nur, begitu istri Dul Mannan dipanggil, tidak pernah terlihat kusut, kumus, atau bau. Maklum, dia merupakan SPG yang dituntut untuk terlihat di mata orang lain.  Pernikahan mereka memang didasari atas suka sama suka, bukan paksaan dari orang lain. Dul Mannan merupakan duda sedangkan Ma’rifah merupakan janda dengan satu anak.

“Pernikahan saya baru tiga bulan mas. Tapi istri saya sudah mengajukan gugat cerai,” kata Dul Mannan memelas.

Lautan ku seberangi, gunung pun ku daki. Begitulah kesungguhan cinta Dul Mannan kepada istrinya. Kendati terus merengek untuk dibelikan  make up dan terkadang mengeluarkan kata-kata tak pantas,  Dul Mannan tetap cinta mati. “Sakek tang ateh mas, mun ekocak perek negguk tasbih terros (sakit hati saya mas, kalau sering dibilang wiridan terus, Red),” ujar Dul Mannan.

Dul Mannan, memang tidak mempunyai skill lebih selain membaca kitab kuning dan menjual minyak wangi ke pelosok desa. Maklum ia lulusan pondok salaf di Madura. Lalu bagaimana jika dituntut untuk membelikan make up sang istri disetiap bulannya? Jelas ia tidak mampu.

“Saya sudah bilang mas, jalani hidup dengan biasa-biasa saja. Tapi ia tetap membiasakan gaya hidupnya yang penuh sulapan itu,” kata Dul Mannan, sambil mengusap air matanya.

Dul Mannan berharap, semoga pernikahan yang barus dijalaninya tersebut bisa menorehkan kebahagiaan bukan penderitaan yang mendalam. “Iyah mas saya masih sayang. Namanya juga istri mas. Walau hanya tiga bulan berkumpul, tapi saya sudah merasakan indahnya surga Tuhan,” jelas Dul Mannan.  roz