Lupa Istri, Kok di Acara Resepsi

lupaDasar… Dul Mannan yang pelupa berat. Sampai-sampai istrinya, Hayati (40) dilupakan juga. Di acara resepsi manten lagi. Terrrlaluuu, kata Bang Haji Rhoma Irama. Ya… emang terlalu, soal yang satu ini (pelupa) penyakit lama Dul Mannan yang sudah menahun.

Kejadian tersebut bermula, saat Hayati,40, warga Batang-batang Laok, Kacamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep, Madura, diajak kondangan ke kota. Wajah sumringah dan dibalut dengan kain batik yang memukau semakin membuat Hayati tampak lebih cantik dan menawan. Tubuhnya yang bahenol semakin nyembur ketika tubuhnya dibalut samper berwarna merah produk Sumenep (sewek, Red). “Abooo, raddinnah sang binih reya ( cantiknya istri saya ini, Red),” Puji Dul Mannan.

Tutup cerita, Dul Mannan dan Hayati sampai di kota Sumenep (tempat resepsi). Mereka duduk berdua. Berdampingan. Lengket kayak prangko sampai acara usai. “Mas tunggu sebentar ya, saya mau ketemu saudara yang juga datang di acara ini. Itu Si Rohmah dari Dungkek. Masak mas lupa pada sepupu saya. Awas jangan kemana-mana sampeyan,” kata Hayati.
“Jangan ma lama dik,” jawab Dul Mannan.

Lagi-lagi dasar Dul Manan yang pelupa berat. Melihat samping kiri dan samping kanannya pada pulang, Dul Mannan gelisah. Dia beranjak juga. Dia lupa pesan istrinya jangan kemana-mana sebelum istrinya tiba. Betul juga, setelah istrinya ketemu sepupunya, Hayati menghampir tempat duduk Dul Mannan.

“Lahhh kemana jagoku itu. Sudah saya pesan jangan kemana-mana, kok tidak ada di tempat duduknya,” gerutu Hayati setelah melihat tempat duduk Dul Mannan kososng. Dengan tergesa-gesa ia mencari suaminya tersebut, hingga ia bertanya kepada semua tamu undangan. Sayang, Dul Mannan tidak juga ditemukan. Air mata mulai membasahi pipi Hayati, karena suaminya tidak lagi disampingnya. “Saya gak bawa HP mas. Jadi sulit untuk menghubungi suami saya,” kata Hayati.

Lagi-lagi dasar Dul Mannan. Sejam kemudian dengan wajah melas, Dul Mannan datang menemuinya dan meminta maaf. “Deri dhimmah sedheh kak (dari mana kamu, Red),” tanya Hayati sedikit kesal karena lama mencarinya. “Saya lupa dek, kalau ke resepsi bersama kamu dik. Maaf ya dik. Tak sengaja,” kata Dul Mannan kecut.

“Terlalu…Sama istrinya kok lupa. Enak bilang tak sengaja. Sudah gak sayang ya. Bilang…,” kata Hayati sambil mengepal tangan kanan dan kirinya sambil mengerut giginya.
Ini bukan kejadian yang pertama, Dul Mannan lupada pada istrinya. Meski begitu, kata Hayati, Dul Mannan, ibarat puisi yang tak habis-habisnya dilukiskan dengan kata-kata. Ganteng, perhatian, dan tidak pelit. Hanya saja sifat lupanya yang keterlaluan. Bukan kali itu saja, Hayati ditinggal Dul Mannan, sudah sering.

Misalnya, ketika mengantar anak-anaknya ke sekolah. Seperti biasa, ketika mengantar Amelia, anak semata wayangnya tersebut, Hayati mengantar hingga pintu kelas anaknya, ehhh di tinggal Dul Mannan. Belum lagi lupa uang belanja tiap harinya. Sebab, Dul Mannan, sering keluar kota untuk menyelesaikan proyek bangunan.
Karena sudah terbiasa ditinggal oleh Dul Mannan, kata Hayati, ia tidak takut lagi. Sebab, selang beberapa jam kemudian Dul Mannan, suami satu-satunya tersebut, akan menyusul Hayati ketempat semula. Dulu, pertama ditinggal, kata dia, ibarat anak ayam yang ditinggal ibunya.

Bagaimana? Menyenandungkan lagu tak jelas alias marah dengan sendirinya, tanpa melihat keadaan sekitar. “Ya awalnya marah, Mas. Sampai-sampai saya dulu minta cerai, karena kebiasaan suami yang sangat pelupa,” kata dia.
“Lama-kelamaan saya mengerti, sifat tersebut memang turunan dari mertua saya (Ayah Dul Mannan, Red) dan tidak bisa sembuh dengan sekejap waktu. Yang buat saya terasa aneh sampai sekarang, dia pernah tak merasa kalau membonceng saya,” kata Hayati.

Hayati juga menceritakan, pernah Dul Mannan membeli rokok, padahal rokok yang dibeli sebelumnya belum habis. Dengan begitu, Hayati senantiasa menjadi alarm bagi Dul Mannan, untuk mengingat segala aktifitasnya. “Susah kita tanggung berdua, senang kita tanggung berdua,” kata Hayati mengungkapkan kecintaannya pada Dul Mannan.roz